Periksa Pelaku Penyerangan Gereja di Yogya, Ini Kata Polisi

"15 saksi juga diperiksa termasuk masyarakat dan beberapa orang yang kenal pelaku,"

Selasa, 13 Feb 2018 13:26 WIB

Suliono, pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Yogyakarta saat dibekuk petugas.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Yogyakarta- Polisi   memeriksa Suliono, pelaku   penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman, Yogyakarta. Pemeriksaan  penyerangan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara setelah kondisi kesehatan pelaku dinyatakan pulih.

Juru Bicara Polda Yogya Yulianto mengatakan pelaku  mulai diperiksa untuk mengungkap motif. Dia enggan menjelaskan hasil pemeriksaan.

"Pelaku sudah mulai diperiksa tapi belum bisa dipublikasikan. 15 saksi juga diperiksa termasuk masyarakat dan beberapa orang yang kenal pelaku," kata Yulianto di Yogyakarta, Selasa (13/02/2018).



Yulianto membenarkan pelaku pernah belajar di pondok pesantren di Magelang selama setahun. Suliono juga tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palu.

Polisi terus mendalami motif penyerangan. Termasuk memastikan aksi tersebut dilakukan sendiri atau kelompok.

Yulianto menyatakan pemeriksaan kejiwaan juga akan dilakukan.

"Itu masuk ranah materi. Sekali lagi itu masih menjadi ranah penyidikan. Prosesnya berapa lama? Sampai selesai," lanjutnya.

Kondisi kesehatan Suliono, pelaku insiden penyerangan Gereja Santa Lidwina terus membaik. Hingga kini, pria asal Banyuwangi itu masih menjalani perawatan intensif di ruangan khusus RS Bhayangkara Yogyakarta.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta   Theresia Lindawati mengatakan Suliono dalam keadaan sehat pasca operasi. Suliono yang mengalami luka tembak di kaki sudah mulai belajar berjalan.

"Saat ini sehat, operasi sudah pulih. Tensi tadi pagi 120/80. Suhu normal nadi dalam batas normal. Mulai latihan jalan, makan minum sudah,  semua sudah pulih kembali," kata Theresia di RS Bhayangkara, Selasa (13/02/2018).

Ditempatkan di ruang khusus di RS Bhayangkara, Suliono dijaga ketat selama 24 jam oleh polisi. Suliono menyerang umat yang tengah beribadah di Gereja Katolik Santa Lidwina Sleman pada Minggu pagi lalu. Beberapa orang terluka akibat sabetan pedang, termasuk pastor Romo Karl Edmund Prier.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.