Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperkirakan Molor dari Target

Proyek pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa dimulai pada Mei 2018. Saat ini, proses konstruksi dari pembangunan proyek itu belum mencapai 10 persen.

Kamis, 08 Feb 2018 16:31 WIB

Foto udara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di perkebunan teh Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan akan molor dari target penyelesaian pada 2019. 

Saat ini pemerintah masih terkendala proses pembebasan lahan, perizinan dan pendanaan. Penyelesaian pembebasan tanah maupun perizinan diperkirakan baru akan selesai akhir Februari atau awal Maret 2018.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan saat ini permasalahan dalam pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengenai pendanaan.

"Mengenai tanah sepertinya kami akan bisa selesaikan. Tadi semua hadir, pokoknya akhir bulan ini paling lambat awal bulan depan selesai. Perizinan seperti frekuensi juga saya minta bulan ini selesai. Tinggal sekarang mengenai financingnya," kata Luhut usai rapat di Kantor Kemenko Maritim di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Luhut mengatakan saat ini Kemenko Maritim tengah menghitung finalisasi pendanaan dan hitungan akan selesai pada akhir pekan depan.

Megaproyek pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). KCIC merupakan perusahaan konsorsium antara PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI) dari Indonesia dengan saham 60 persen serta China Railway International (CRI) dengan saham 40 persen.

Baca juga:

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa dimulai pada Mei 2018. Saat ini, proses konstruksi dari pembangunan proyek itu belum mencapai 10 persen.

"Konstruksi sebetulnya sekarang sudah mulai, tapi konstuksi minor. Konstruksi akan secara masif mestinya bulan Mei," kata Budi Karya usai mengikuti rapat di Kemenko Kemaritiman.

Budi menambahkan saat ini proses pembebasan lahan baru mencapai 44 persen. Namun ia optimistis pembebasan tanah akan rampung di April 2018.

Meski diperkirakan proyek itu tidak akan selesai tepat waktu, Menko Maritim Luhut beranggapan itu tidak menjadi masalah. Bagi dia yang terpenting proyek itu tetap berjalan.

Baik Luhut maupun Budi Karya menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya perencanaan perpanjangan jalur. Namun hingga saat ini pemikiran mengenai perpanjangan jalur baru menuju Bandara Kertajati, di Majalengka, Jawa Barat, belum dibahas lebih lanjut.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.