Miris, Lantaran Gaji Tak Dibayar Guru SD di Perbatasan Malaysia Hanya Tersisa 1

"Dulu disuruh ambil rekeningkan, langsung ditransferkan gajinya, tapi tidak pernah masuk di rekening gajinya."

Kamis, 08 Feb 2018 13:11 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Nunukan– Sekolah Dasar Filial di Desa Samaenre Semaja di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara kini hanya punya 1 guru. Kepala Desa Smaenre Semaja Farida mengatakan, dulunya sekolah yang memiliki lebih dari 50 siswa tersebut memiliki 3 guru honor.

Kata dia,    karena tidak pernah menerima honor, 2  guru  memilih pergi dari desa tersebut.

“Dulu gurunya 3, tapi akhirnya lama lama bilangnya tidak pernah ada ditransferkan gajinya. Dulu disuruh ambil rekening kan, langsung ditransferkan gajinya, tapi tidak pernah masuk di rekening gajinya. Jadi dia bilang sementara aku rehat dulu lah. Sebab  kasih  makan apa anak istri kami.  Sekarang satu guru enam kelas diajar,” ujar Kepala Desa Smaenre Semaja Farida.

Keberadaan SD Filial Samaenre Semaja menurut Farida sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah yang kebanyakan merupakan anak TKI yang bekerja di perkebunan sawit di negara Malaysia. Pasalnya   sekolah dasar negeri  terdekat berjarak 8 kilometer dari permukiman warga.

Satu satunya guru yang mengajar di sekolah tersebut kini  hamil tua,  akibatnya puluhan siswa di SD filial Samaenre Semaja   terpaksa lebih banyak libur sekolah.  

“Kan sekolahnya di situ baru 2 ruangan, campur semua. Kelas 1,2,3 satu kelas 4,5,6 satu kelas juga. (sekolah itu dengan SD 04 itu berapa jauhnya?) Kira kira 8 kilo. Apalagi jalan di Semaja itu  jalan tanah, kalau hujan kuat tidak boleh, motorpun tidak boleh jalan,” imbuhnya.  

Editor: Rony Sitanggang

 
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.