Longsor di Purbalingga, 4 Anak Tewas

"Malam itu, mereka sedang yasinan atau tahlilan, kirim doa. Tanpa diduga, tebing setinggi empat meter, itu longsor dari belakang"

Jumat, 23 Feb 2018 13:46 WIB

Longsor sebabkan 4 anak tewas dan 6 orang luka-luka di Desa Jingkang RT. 3/4 Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga pada Kamis ( 22/2) jam 21.00 Wib. (Sumber: BPBD)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Purbalingga– Sebanyak empat anak meninggal  diterjang bencana longsor yang terjadi di RT 03 RW 04 Jingkang Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah Kamis malam (22/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Longsor juga mengakibatkan  enam orang lainnya terluka dan dirawat di Rumah Sakit Goeteng Tarunadibrata.
 
Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Satya Giri Podo mengatakan, longsor menimpa rumah keluarga Muslihin yang sedang menggelar selamatan menjelang hajat menyunat dan menikahkan anaknya. Saat itu, tiba-tiba tebing di belakang rumah setinggi 4 meter longsor dan menjebol tembok belakang dan menembus ruang tamu.


Giri menjelaskan, tamu yang saat itu kebanyakan anak-anak pun diterjang material longsoran yang begitu cepat. Empat korban tewas dalam kejadian itu yakni, Saiful Umam (8) anak Muslikhin, yang baru saja disunat, Abdul Rouf (10),  Al Taromi (7) dan Safangatun Isnain (4).
 
Adapun yang terluka dan dirawat di rumah sakit adalah Sahrudin (55), Sokhimun (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35) dan Karsun (16).
 
“Ya, itu kejadiannya hari Kamis kurang lebih pukul 21.00 WIB, di rumahnya Pak Solikhin. (korban) Anak-anak, betul.  Itu kejadiannya, Pak Solikhin akan menggelar hajatan, mantu dan khitanan. Nah, itu malam itu, mereka sedang yasinan atau tahlilan, kirim doa. Tanpa diduga, tebing setinggi empat meter, itu longsor dari belakang dan menembus ke bagian depan,” jelas Satya Giri Podo, Jumat (23/2/2018).
 
Giri menerangkan, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, keempat anak yang meninggal dunia dimakamkan. Saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan deras yang turun sejak sore. Selain itu, saat itu listrik juga sedang padam.
 
Menurut Giri, warga yang sedang berada di dalam rumah milik Solikhin segera berhamburan  keluar menyelamatkan diri. Namun tidak semua bisa keluar termasuk anak yang disunat dan teman-teman yang saat itu berada di kamar. Mereka tertimbun dan tertimpa material longsor dan kayu.

Setelah longsor reda, warga segera melakukan pencarian. Empat anak ditemukan sudah tak bernyawa. Enam lainnya, ditemukan dalam kondisi terluka. Enam orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka yang terluka dilarikan ke Puskesmas Karangjambu dan RSUD dr R Goetheng Tarunadibrata Purbalingga untuk mendapatkan perawatan intensif.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Jatuh cinta dan putus cinta adalah perasaan yang secara umum pernah dirasakan manusia. Tapi kedua pengalaman itu bisa dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang, terutama ketika putus cinta.