KNKT Gandeng UGM Teliti Tanjakan Emen di Subang

Satu bus pariwisata yang membawa rombongan dari Tangerang, Banten terguling di Tanjakan Emen, Sabtu lalu. Sebanyak 27 orang penumpangnya tewas, sementara belasan orang lainnya luka.

Kamis, 15 Feb 2018 15:08 WIB

Lokasi kecelakaan bus di Tanjakan Emen Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). (Foto: ANTARA/Yusuf Suparman)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan gandeng kalangan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk periksa kontur tanah dan geometris di jalur tanjakan dan tikungan di Jalan Raya Bandung-Subang, khususnya di Kampung Cicenang, Ciater.

Ruas jalan yang dikenal dengan Tanjakan Emen itu kerap menimbulkan kecelakaan karena konstruksi jalan yang cukup ekstrem.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan akan mulai melakukan penelitian dan investigasi pekan depan. 

"Minggu depan kita mau ngukur geometri jalan, bersama tim dari UGM. Jadi hari Senin nanti kita akan meeting dengan UGM dulu untuk persiapan pengukuran geometri. Nanti kalau sudah dapat databasenya kita cocokkan untuk kita selesaikan," kata Soerjanto kepada KBR, Kamis (15/2/2018).

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah provinsi sedang mempersiapkan rencana pembuatan jalur lingkar atau jalur memutar di Tanjakan Emen tersebut. 

Namun, menurut Soerjanto, pembuatan jalur lingkar harus berdasarkan kajian terlebih dahulu. Dengan begitu langkah yang dilakukan pemerintah daerah maupun dinas terkait dapat mengacu pada kajian ilmiah tersebut.

"Kita belum bisa bicara jalur lingkar kalau belum kita ukur geometrinya. Kita ukur dulu kontur jalannya, tanjakannya seperti apa. Lalu bagaimana performa dari bus-bus, apakah bisa lancar lewat jalan yang ada saat ini," kata Soerjanto. 

Ini merupakan kali pertama KNKT berencana melakukan kajian di Tanjakan Emen. Sebelumnya kajian pernah dilakukan pemerintah daerah, namun sudah cukup lama.

Soerjanto mengatakan perlu ada kajian baru untuk menentukan antisipasi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi curamnya tikungan di tanjakan itu.

"Saya kurang tahu dari PU sudah berapa lama. Kalau dari investigasi kami, mungkin juga sudah pernah 10 tahun lalu. Mungkin saja kontur tanah berubah, ceruk tanjakan juga berubah. Jadi kita ingin tahu data yang sekarang," kata Soerjanto. 

Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat kembali memakan korban pada Sabtu, 10 Februari 2018 lalu. Satu bus pariwisata yang membawa rombongan dari Tangerang, Banten terguling di Tanjakan Emen. Sebanyak 27 orang penumpangnya tewas, sementara belasan orang lainnya luka. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang