Kerusakan Stadion Gelora Bung Karno Capai Ratusan Juta

Biaya perbaikan kerusakan akan diambil dari uang jaminan dari panitia pelaksana.

Minggu, 18 Feb 2018 18:25 WIB

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto memeriksa kondisi pagar pembatas lapangan yang rusak di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (18/2). Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatat kerusakan stadion akibat ulah penonton laga Final Piala Presiden 2018 mencapai ratusan juta rupiah. Laga Final tersebut mempertemukan Persija Jakarta dan Bali United.

Direktur PPKGBK, Winarto mengatakan, biaya perbaikan kerusakan tersebut akan diambil dari uang jaminan dari panitia pelaksana.

"Itu sudah kami prediksi sejak awal dan sudah disepakati dengan Panitia Pelaksana. Kemudian dalam perjanjian juga telah disepakati. Itu sudah diwujudkan dalam bentuk uang jaminan senilai 1,5 miliar rupiah. Itu lebih dari cukup, lah. Itu akan kami potong, dan kelebihannya akan kami kembalikan," ujar Winarto saat dihubungi KBR, Minggu (18/2).

Winarto menambahkan, kerusakan di wilayah stadion di antaranya kerusakan pada sekat dari tribun penonton ke lapangan sebanyak tujuh ruas dan satu kursi.

"Itu terdapat di bagian flip-up. Perbaikannya hanya dikencangkan saja bautnya," kata Winarto.

Winarto melanjutkan, kerusakan juga terjadi pada bagian pintu masuk, yakni pintu 5 dan 9. Selain di dalam stadion, kerusakan juga terjadi di bagian luar stadion, yakni pada tanaman yang ada di kompleks stadion. Meski begitu, Winarto menyebut kerusakan tersebut masih bisa ditolerir.

Persija Jakarta keluar sebagai juara Piala Presiden setelah mengalahkan Bali United, 3-0 di babak final. Dwi gol Marko Simic dan Novri Setiawan mengantarkan tim berjuluk Macan Kemayoran ini meraih juara setelah puasa gelar selama 20 tahun. 

Editor: Sasmito

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.