Jual Lebihi HET, Disdag Balikpapan Ancam Cabut Izin Distributor Beras

"Ternyata kan di lapangan beras medium ada yang dijual Rp 8.500 kemudian beras premium ada yang dijual Rp 13.400,”

Rabu, 07 Feb 2018 14:15 WIB

Ilustrasi (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Balikpapan– Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur memastikan akan membekukan izin distributor beras yang memainkan harga dan tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) pada musim panen Maret 2018. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan M. Soufan mengatakan, hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perdangan Nomor 57 Tahun 2018 yakni membekukan izin distributor yang memainkan harga tidak sesuai HET.

Menurutnya, pada awal Februari lalu, dari hasil inspeksi mendadak (sidak), ditemukan ada belasan distributor beras yang memainkan harga beras premium maupun medium dan tidak sesuai HET. Pasca  sidak, Pemerintah Kota Balikpapan mengeluarkan surat teguran keras. Jika pada musim panen mendatang, ketahuan memainkan harga maka akan langsung dicabut ijinnya.

Berdasarkan HET, harga beras premium di Kota Balikpapan Rp 13.300 per kilogram dan beras medium Rp 9.840 kilogram.

“Yang kita patok itu (HET) premium Rp 13.300, medium itu Rp 9.840. Ternyata kan di lapangan beras medium ada yang dijual Rp 8.500  kemudian beras premium ada yang dijual Rp 13.400,” ujar M. Soufan, Selasa (07/02).

Selama ini Pemerintah Kota Balikpapan mendatangkan beras dari Pulau Sulawesi maupun Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya suplai dari Kabupaten Penajam Paser Utara tidaklah cukup.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.