Jokowi Kantongi Empat Nama Calon Gubernur BI

"Saat ini tinggal menunggu keputusan Presiden saja, sebelum nantinya diajukan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Keuangan," kata Sofyan.

Jumat, 09 Feb 2018 15:09 WIB

Ketua Tim Ahli Wapres, Sofyan Wanandi. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menerima empat nama kandidat calon Gubernur Bank Indonesia. Empat nama itu adalah gubernur BI petahana Agus Martowardojo, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan bekas Menteri Keuangan Chatib Basri.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi mengatakan, Presiden Jokowi juga telah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat. 

"Sudah dibicarakan, tapi Presiden belum memutuskan. Beberapa calon sudah disebutkan, dan sekarang ini dinilai semua, sudah disampaikan semua oleh yang bersangkutan, dan sudah dibicarakan juga dengan Presiden dan Wapres," kata Sofjan Wanandi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

"Pak Presiden sudah dikasih tahu kelebihan satu sama lain, tapi belum diputuskan. Ini tentu juga harus disesuaikan juga dengan situasi dunia yang ada ketidakpastian. Amerika sedang begini sekarang, tiba-tiba Federal Reserve jatuh, Amerika mau naikkan suku bunganya, dan sebagainya," lanjut Sofjan.

Sofjan Wanandi mengatakan, Presiden Jokowi juga telah membahas para kandidat gubernur BI tersebut dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

"Saat ini tinggal menunggu keputusan Presiden saja, sebelum nantinya diajukan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Keuangan," kata Sofyan.

Menurut Sofjan Wanandi, Presiden Jokowi memiliki kriteria dan kualifikasi khusus untuk gubernur BI yang baru. Misalnya, mampu dipercaya pasar serta mampu menghadapi berbagai tekanan ketidakpastian global. Selain itu, gubernur BI juga harus mampu menjalin relasi yang baik dengan Menteri keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas perekonomian, meliputi fiskal dan moneter. 

Kata Sofjan, Jokowi juga mempertimbangkan kandidat yang mampu menghadapi tahun politik jelang Pilkada dan Pemilu.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.