Gereja Santa Lidwina Diserang, Bupati Sleman Terkejut

Bupati Sleman, Yogyakarta Sri Purnomo mengatakan selama ini situasi di Sleman cukup aman.

Minggu, 11 Feb 2018 15:16 WIB

Jemaah Gereja Santa Lidwina Sleman. Foto: Eka Juniari

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,Yogayakarta- Bupati Sleman, Yogyakarta Sri Purnomo mengaku terkejut dengan kasus penyerangan terhadap jemaah Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog Sleman pada Minggu  (11/2) pagi tadi. Sebab kata Bupati, selama ini situasi di Sleman cukup aman.

Sri Purnomo meminta gereja meningkatkan antisipasi keamanan dengan memasang kamera pemantau (CCTV)setelah penyerangan ini.

"Keamanan ditingkatkan. Diberi CCTV. Sehingga orang mau masuk obyek sasaran bisa diamati. Dilengkapi dengan alat untuk menjaga keamanan.  Prinsipnya kita prihatin dengan kejadian itu," jelas Sri Purnomo,  Minggu (11/02/2018).

Bupati  saat meninjau lokasi kejadian juga memuji langkah cepat kepolisian membekuk pelaku. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada kepolisian Yogyakarta.

"Polisi bekerja sesuai protap. Masyarakat berperan mengendalikan situasi. Gotong royong masyarakat Sleman sudah sedemikian bagus. Justru gangguan datang dari luar kabupaten sleman. Tidak hanya saya, semua kaget. Tidak ingin ini terjadi di wilayah kami," tutupnya.

Baca juga: Polisi Lakukan Olah TKP Penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid meminta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing dengan kasus penyerangan ini.

"Kami dari Kemenag berduka atas insiden gereja Bedog. Ini satu peristiwa memilukan di saat pemerintah seluruh elemen masyarakat sedang punya kesadaran membangun harmonisasi  kesadaran toleransi," katanya.

Lutfi berharap peristiwa ini  menjadi perhatian seluruh pihak agar tidak meluas dan disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian.

"Kami bersyukur dengan sikap para Romo Jesuit yang memaknai ini sebagai insiden. Masyarakat dengan latar belakang apapun harap menahan diri tidak menjadikan ini isu yang dihembus-hembuskan dengan berbagai tendensinya. "

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.