3 Hari Lagi Permenhub Berlaku, Taksi Online Minta Pemerintah Beri Fasilitas

"Sambil menunggu perumusan peraturan turunannya. Nah ini yang membuat kita wait and see,"

Senin, 26 Feb 2018 09:33 WIB

Sejumlah pengemudi taksi daring (online) dari berbagai komunitas melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Sejumlah supir taksi online masih ragu-ragu mengubah surat izin mengemudi mereka menjadi SIM A umum dan mengikuti uji kir. Ketua Umum Asosiasi Driver Online Christiansen mengatakan ini disebabkan sikap pemerintah yang terkesan maju-mundur memberlakukan Permenhub 108. Pasca aksi sejumlah supir taksi online pertengahan Februari lalu, ujarnya, muncul kabar bahwa pemberlakukan peraturan ditunda.

"PM 108 ini kan jadinya bisa kita bilang jadinya masih abu-abu. Memang ada statement dari Menteri Perhubungan, PM 108 tetap berjalan tapi penindakkan yang ditunda. Sambil menunggu perumusan peraturan turunannya. Nah ini yang membuat kita wait and see," ujar Christiansen saat dihubungi KBR, Minggu (25/2).

Christiansen meyatakan siap mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah. Hanya saja, ia berharap ada bantuan fasilitas dari pemerintah yang mempermudah para pengemudi  mengubah SIM mereka dan mengikuti uji  KIR.

Dia juga meminta pemerintah segera membuat aturan lain yang melindungi nasib mereka.

"Regulasi yang dikeluarkan Kominfo untuk perusahaan aplikasi. Jaminan bagi kami kalau sudah memenuhi syarat, tidak akan disuspend." Pungkas dia.

Sementara itu, sejumlah supir taksi online   mengklaim Permenhub 108 ditunda pelaksanaannya. Koordinator Aliansi Driver Online(Aliando) Bowie menyebut hal itu sesuai kesepakatan mereka dengan Kantor Staf Presiden.

"Keadaannya sudah status quo. Karena KSP sudah membuat ke Dirjen edaran untuk ditangguhkan penegakan hukumnya sampai waktu tidak terbatas."

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.