Operasi Besar-besaran, Turki Tangkap Kembali Ratusan Orang terkait ISIS, Mayoritas WNA

Kantor berita Turki, Anadolu menyebut sebagian besar dari mereka merupakan warga asing. Sekitar 10 orang dari warga asing itu masih berusia remaja.

Senin, 06 Feb 2017 12:52 WIB

Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan bersama istri saat hendak meningalkan Bandara Internasional Attaturk Istanbul Turki, Minggu (22/1/2017). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Unit polisi antiteror di Turki menangkap hampir 450 orang atas tuduhan memiliki keterkaitan dengan kelompok ISIS.

Ratusan orang itu kini ditahan beberapa tempat seperti di Ankara dan Istanbul.

Kantor berita Turki, Anadolu menyebut sebagian besar dari mereka merupakan warga asing. Sekitar 10 orang dari warga asing itu masih berusia remaja. Tidak ada keterangan detil mengenai kewarganegaraan para tersangka itu.

Penangkapan terhadap ratusan orang itu dilakukan melalui serangkaian operasi anti-ISIS pada Minggu (5/2/2017) pagi di sejumlah kota di Turki, termasuk Istanbul dan Gaziantep yang berbatasan dengan Suriah.

Operasi penangkapan dilakukan di 18 provinsi meliputi Ankara, Istanbul, Kocaeli, Bursa, Izmir, Konya, Bingol, Adana, Sanliurfa, Gaziantep, Adiyaman, Malatya, Kilis, Hatay, Corum, Antalya, Diyarbakir dan Van.

Baca juga:

Operasi razia anti-ISIS terbesar dilakukan di Provinsi Sanliurfa di bagian selatan Turki, dimana polisi menjebloskan lebih dari 100 orang tersangka yang ditangkap di sejumlah tempat.

Polisi juga menyita berbagai barang bukti dan dokumen---baik cetakan maupun digital---yang terkait dengan milisi ISIS, termasuk senjata ilegal.

Kantor berita Anadolu juga menyebut, polisi menyita sejumlah buku yang ditulis oleh Fetullah Gulen, yang oleh pemerintah Turki dianggap sebagai pemimpin dari Fetullah Terrorist Organization (FETO). Turki menuding FETO serta Fetullah Gulen bertanggung jawab atas rencana kudeta gagal pada Juli 2016 lalu.

Dari ratusan orang itu, terdapat sembilan orang tersangka yang diduga tengah menyiapkan serangan teror di Kota Izmir, di kawasan utara Turki.

Baca juga:

Sejak ISIS---atau Daesh, begitu disebut oleh Turki---terlibat dalam perang di Suriah, Turki sudah menangkap lebih dari 5,000 orang yang terkait dengan ISIS.

Turki juga mendeportasi lebih dari 3,000 orang milisi teroris ke 95 negara dan menolak kedatangan lebih dari 38 ribu orang yang ingin masuk ke negara itu. (Anadolu/Boston Globe/Daily Sabah/AP) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

MKD Mulai Bahas Penggantian Novanto Sebagai Ketua DPR

  • Polisi Kedepankan Masalah Korupsi Dibanding Laporan SPDP Terhadap KPK
  • Dijagokan Jadi Ketum Golkar, Ini Kata Airlangga
  • Lahan Disegel, Warga Pulau Pari Berencana Gelar Aksi di Depan Istana

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau