KPK Putuskan Menahan, Adik Eks Menpora: Alhamdulilah

"Syukur Alhamdulillah. Hari ini telah dimulai untuk masa penahanan. Masa yang sudah saya tunggu sekian lama. Lima tahun terkatung-katung, dicekal juga sudah lebih dari 4 kali."

Senin, 06 Feb 2017 16:52 WIB

Andi Zulkarnain Mallarangeng (AZM) alias Choel Mallarangeng tersangka korupsi proyek Hambalang. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menahan Andi Zulkarnain alias Choel Mallarangeng. Ini terkait dengan perkara dugaan korupsi Hambalang.

Choel merupakan adik kandung   bekas Menteri Olahraga dan Pemuda, Andi Mallarangeng, yang telah divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek Hambalang. Choel mengaku lega akhirnya menjadi tahanan KPK, setelah sekian lama ditetapkan menjadi tersangka.

Penahanan  kata dia, memberikan kesempatan  untuk mendapatkan keadilan.

"Syukur Alhamdulillah. Hari ini telah dimulai untuk masa penahanan. Masa yang sudah saya tunggu sekian lama. Lima tahun terkatung-katung, dicekal juga sudah lebih dari 4 kali. Sejak tahun lalu juga saya sudah minta ditahan, supaya argonya jalan. Agar saya juga bisa mendapatkan kesempatan, untuk mendapatkan keadilan," katanya.

Selain itu, ia juga memprotes KPK mengenai penangan perkaranya. Dia mendesak, KPK juga menetapkan Wafid Muharram selaku Sesmenpora saat itu, sebagai tersangka.

"Yang aneh dalam kasus ini adalah; saya merupakan pihak swasta. Bukan pejabat negara. Saya diberikan uang oleh Sesmenpora Wafid Muharram. Tapi hingga kini yang bersangkutan tidak ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.