Ini 4 Aplikasi 'Keren' untuk Pantau Hasil Pilkada 2017 lewat HP

Selain mengandalkan hitung cepat lembaga survei yang biasanya diumumkan beberapa jam sebelumnya, pemantauan hasil pilkada juga bisa menggunakan mobile apps.

Sabtu, 04 Feb 2017 12:00 WIB

Mobile apps untuk memantau hasil Pilkada 2017.

KBR, Jakarta - Pemilihan kepala daerah secara langsung dan serentak tahun ini tinggal menghitung hari. Banyak orang selalu penasaran ingin mengetahui perolehan suara para calon yang mereka dukung pada hari-H pencoblosan, 15 Februari mendatang secara cepat, bila perlu pada hari itu juga.

Selain mengandalkan hitung cepat lembaga survei yang biasanya diumumkan beberapa jam sebelumnya, pemantauan hasil pilkada juga bisa menggunakan mobile apps atau aplikasi yang dipasang di gawai atau gadget.

Paling tidak, aplikasi tersebut bisa digunakan untuk membandingkan penghitungan satu dengan yang lain. Berikut 5 mobile apps yang bisa digunakan untuk mengawal atau memantau perolehan suara di pilkada 2017.

1. Kawal Pilkada 2.0

Aplikasi Kawal Pilkada merupakan piranti lunak yang dikeluarkan komunitas Code4Nation yang dahulu terkenal dalam mengawal Pemilu 2014. Komunitas ini dahulu digawangi Ainun Najib dan Khairul Ansar, dalam bentuk web melalui www.kawalpilkada.id.

Pada Pilkada serentak 2015, Kawal Pilkada juga diluncurkan lewat aplikasi bergerak, dan pada Pilada 2017 ini diperbarui ke versi 2.0 yang bisa pasang pada perangkat dengan sistem operasi Android maupun iOS.

Ini merupakan mobile apps yang sementara ini paling banyak dipakai. Versi Android telah diunduh lebih dari 5000 kali.

Di Google Play, aplikasi ini diperbarui pada 26 Januari 2017, yaitu versi 2.0.0. Sedangkan di App Store diperbarui pada 29 Januari 2017 ke versi 2.0.1. Untuk Android, aplikasi ini membutuhkan Android 4.1 atau yang lebih baru, sedangkan untuk iOS minimal versi 8 atau yang lebih baru.

Seperti kawalpilkada.id pada Pemilu 2014 lalu, keunikan aplikasi mobile ini adalah warga bisa terlibat melaporkan hasil penghitungan suara Pilkada dengan memoret formulir C1 plano (lembaran besar tempat penghitungan suara di TPS) setelah penghitungan selesai. Setelah itu foto diunggah disertai data yang tertera di foto ke form yang disediakan.

Aplikasi ini bisa digunakan untuk memantau hasil pemilihan gubernur di tujuh provinsi maupun pemilihan bupati atau walikota di 85 wilayah.

2. MataRakyat

Aplikasi ini merupakan kreasi dari PT Intouch Innovate Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan peranti lunak dan aplikasi bergerak. Aplikasi ini diklaim memungkinkan warga untuk berpartisipasi dalam pengumpulan data dari masing-masing TPS sehingga publik bisa mendapatkan hasil Pilkada secara cepat, akurat dan independen.

Data perolehan suara di MataRakyat dupasok oleh relawan yang direkrut untuk menjadi saksi elektronik (eSaksi), melalui metode partisipasi bersama atau keroyokan (crowd participation). Namun aplikasi ini dikhususkan untuk memantau hasil pilkada di DKI Jakarta, dan saksi yang bisa menjadi e-Saksi hanya warga yang memiliki KTP DKI Jakarta.

Aplikasi ini tersedia untuk perangkat dengan sistem operasi Android 4.0 ke atas serta iOS versi 8.0 atau yang terbaru. Pada versi Android, aplikasi MataRakyat sudah diunduh 1000 kali. Aplikasi ini diperbarui pada 3 Februari 2017 lalu.

3. Quick Count Pilkada 2017

Aplikasi ini dikeluarkan lembaga survei asal Lampung, Rakata Institute, yang terdaftar di KPU DKI Jakarta dan KPUD Bekasi untuk memantau hitung cepat Pilkada 15 Februari mendatang.

Lembaga survei ini mengklaim aplikasinya akan menampilkan quick count (hitung cepat) pilkada di delapan wilayah, yaitu DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Provinsi Banten serta lima kabupaten di Provinsi Lampung yaitu Pringsewu, Lampung Barat, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat serta Mesuji.

Awalnya Rakata ingin memungut biaya bagi pengguna aplikasi ini sebesar Rp3000, namun belakangan aplikasi ini tersedia gratis.

4. iCount Saksi

Selain tiga aplikasi di atas, ada juga aplikasi yang dibuat oleh tim sukses pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Aplikasi ini dirancang perusahaan Nitoza Indonesia Mandiri, yang didirikan Tomy Ismail.

Apps iCount Saksi khusus atau hanya terbatas digunakan oleh tim saksi dari Anies-Sandi untuk melakukan perekaman, pemantauan dan pelaporan perkembangan suara pasangan calon mereka. Aplikasi ini baru diunduh kurang dari 100 pengguna.

Calon lain, seperti pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni juga memiliki mobile apps bernama 'Jaga Agus Sylvi'. Namun aplikasi tersebut sejauh ini tidak bisa untuk memantau hasil perolehan suara Pilkada DKI.

Aplikasi buatan Tim Relawan JAS ini mensyaratkan pengakses untuk mendaftarkan nomor telepon selular mereka, dan nanti pengguna akan mendapatkan berita-berita yang hanya terkait dengan pasangan Agus-Sylvi. Aplikasi ini hanya tersedia untuk perangkat Android saja, versi 4.1 atau yang lebih baru.

Aplikasi 'Jaga Agus Sylvi' sejauh ini baru diunduh sekitar seribu pengguna. 



Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sidang Praperadilan Setya Novanto Dilanjut Hari Ini

  • Kemenkes Gelar Vaksinasi Massal di Tiga Provinsi
  • Rawan Bencana di Musim Hujan, BPBD Banyuwangi Kekurangan Logistik Makanan
  • Usai Kunjungi Korut, Pejabat PBB Sebut Situasi Gawat

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak