Wagub DKI: Penggusuran Pasar Gembrong Bakal Utamakan Pedagang

Lokasi Pasar Gembrong terdampak pembangunan proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang dilakukan Pemerintah Pusat.

Selasa, 09 Jan 2018 13:18 WIB

Aparat Satpol PP menertibkan lapak PKL di trotoar, Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017). (Foto: timur.jakarta.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim rencana penggusuran Pasar Gembrong, Jakarta Timur akan mempertimbangkan nasib pedagang kecil di sana. 

Lokasi Pasar Gembrong terdampak pembangunan proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang dilakukan Pemerintah Pusat.

Sandiaga mengatakan Pemerintah DKI tidak ingin pengerjaan infrastruktur Tol Becakayu merampas lapangan kerja di pasar yang berlokasi di Jatinegara, Jakarta Timur itu.

Sandiaga mengatakan penggusuran Pasar Gembrong akan mengakibatkan relokasi pedagang. Namun Sandiaga belum menyebut tempat baru bagi para pedagang itu.

"Jadi kita akan pastikan bahwa, kalau diperlukan relokasi, kami akan bekerjasama, dan mendahulukan kepentingan pedagang kecil, kepentingan masyarakat. Infrastruktur hadir untuk kepentingan warga Jakarta dan masyarakat Indonesia. Jangan sampai infrastruktur hadir untuk merusak periuk nasi dari para pedagang yang sekarang menikmati meningkatnya kesejahteraan dari ekonomi Jakarta yang mulai bangkit," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Selasa, (9/1/2018).

Untuk penggusuran Pasar Gembrong, Pemerintah DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan PT Waskita Karya selaku kontraktor jalan tol Becakayu. 

"Kita pastikan tidak ada pedagang pasar dirugikan," kata Sandiaga.

Proyek Tol Becakayu akan menghubungkan Bekasi dengan kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dengan ruas jalan sepanjang total 23,8 kilometer.

Pembangunan infrastruktur proyek tersebut berimbas ke kawasan Pasar Gembrong. Rencananya, relokasi pedagang pasar tersebut bakal dilakukan Maret 2018.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".