Wabah Campak, Bupati Asmat Akui Lalai

Banyak petugas kesehatan yang belum maksimal melaksanakan tugasnya. Hal itu, kata Bupati Elisa, salah satunya disebabkan letak geografis yang sulit.

Kamis, 18 Jan 2018 20:12 WIB

Ilustrasi. Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Measles Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak rubella. (Foto: ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

KBR, Asmat - Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu mengakui kelalaian pemerintahannya dalam melakukan imunisasi terhadap anak-anak di wilayah itu. 

Cakupan imunisasi di Kabupaten Asmat sepanjang 2017 hanya mencapai 17 persen. 

Bupati Elisa Kambu mengakui kelalaian pemerintah daerah dan instansi terkait menyebabkan banyak warga di wilayahnya yang tidak mendapat imunisasi. 

Banyak petugas kesehatan yang belum maksimal melaksanakan tugasnya. Hal itu, kata Elisa, salah satunya disebabkan letak geografis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ke tempat-tempat layanan kesehatan maupun perkampungan warga yang sulit. 

Selain itu, kata Elisa, kesadaran masyarakat di Kabupaten Asmat juga sangat rendah untuk membawa anak-anak mereka ke tempat-tempat pelayanan imunisasi.

Jika ada jadwal imunisasi, kata Elisa, banyak warga yang justru pergi ke hutan dengan membawa anak-anaknya selama satu minggu atau pun hidup berpindah tempat.

"Masyarakat kita tidak mau datang ke sana, ke tempat pelayanan kesehatan saat jadwal imunisasi. Atau anak panas setelah imunisasi dan itu yang membuat mereka trauma, dan tak bisa lagi melanjutkan imunisasi," kata Elisa di Kabupaten Asmat, Kamis (18/1/2018).

Baca juga:

Gizi buruk ditambah wabah campak di Kabupaten Asmat mengakibatkan sekitar 67 anak dan balita meninggal. Pasien anak dan balita sebelum dirujuk ke rumah sakit, biasanya mengalami demam, muntah-muntah, buang air terus menerus hingga tak sadarkan diri.

Hingga kini pasien gizi buruk yang dirujuk ke RSUD Kota Agats, Kabupaten Asmat, mencapai 13 pasien campak dan 12 pasien gizi buruk.

Pemerintah mencanangkan Kampanye Nasional Imunisasi MR yang menyasar anak-anak usia 9 bulan hingg 15 tahun. Bulan Agustus-September tahun ini, kampanye menyasar pulau Jawa yang meliputi enam provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 puskesmas. Imunisasi MR ditujukan pada 34.964.384 anak.  

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.