TransJakarta Explorer 'Berhenti Operasi' di Tanah Abang, Sopir Angkot Belum Puas

Para sopir angkot menuntut agar jalan di kawasan Pasar Tanah Abang dibuka lagi untuk angkot. Selain itu, agar para pedagang kembali membuka lapak di Stasiun Tanah Abang.

Selasa, 30 Jan 2018 17:26 WIB

Angkot melintas di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: KBR/Winna Wijaya)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemberhentian kegiatan operasional angkutan Transjakarta Explorer untuk sementara waktu di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta ternyata belum memuaskan sopir angkot. 

Salah seorang sopir angkot M10 jurusan Tanah Abang-Jembatan Lima, Ubay menuntut pemerintah agar mengizinkan pelapak berjualan di depan Stasiun Tanah Abang.

"Tuntutan kami sampai dibukanya lapak di depan stasiun. Cuma sampai itu tuntutannya. Kalau saat ini, sementara kami belum ada keuntungan, karena begitu keluar dari stasiun, dia langsung jalan. Jadi ngga ada ketentuan untuk itu. Kecuali dibuka lagi pedagang-pedagang, baru ada keuntungan untuk M10," kata Ubay kepada KBR, Selasa (30/1/2018).

Para sopir angkot menuntut agar jalan di kawasan Pasar Tanah Abang dibuka lagi untuk angkot. Selain itu, mereka juga menuntut agar para pedagang kembali membuka lapak di Stasiun Tanah Abang sehingga angkot kembali laku.

Pekan lalu, para sopir angkot berdemonstrasi di Balai Kota Jakarta, karena kebijakan penertiban di Tanah Abang membuat keuntungan sopir angkot turun hingga 50 persen---semenjak TransJakarta Explorer boleh beroperasi masuk ke dalam pasar dan digunakan gratis. 

Menurut para sopir angkot, kebijakan itu tidak adil. Mereka minta agar lapak-lapak di depan stasiun diperbolehkan buka lagi, agar angkot bisa laku.

Hingga Selasa (30/1/2018) siang, Transjakarta Explorer Pasar Tanah Abang yang biasanya beroperasi mengelilingi Blok A sampai Blok G secara gratis, belum beroperasi. Penghentian operasi itu terkait rencana aksi demonstrasi sopir angkutan umum yang sebelumnya melayani sekitar Tanah Abang, Jakarta.

Menurut penuturan beberapa anggota Satpol PP yang berjaga di Blok B, tidak beroperasinya Transjakarta karena ada kabar sopir angkot akan kembali berdemonstrasi dan menutup jalur bus TransJakarta. 

Sementara seorang penjaga jalur TransJakarta, yang tidak mau disebut namanya mengatakan TransJakarta Explorer sengaja dihentikan untuk menghindari konflik dengan sopir angkot.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.