Sawah Rusak Kebanjiran di Bondowoso, Tak Ada Asuransi Pertanian

Munandar mengatakan dari catatan yang ia terima hingga Senin siang, ada 5,9 hektar tanaman padi dan hampir satu hektar tanaman cabai yang rusak akibat banjir.

Senin, 08 Jan 2018 11:54 WIB

Ilustrasi. (Foto: jatimprov.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bondowoso – Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Minggu (7/1/2018). Banjir juga merendam areal lahan pertanian milik masyarakat seperti yang terjadi di Desa Jeruk Sok-sok, Dusun Jati, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso Munandar mengatakan tak bisa memberikan asuransi kepada pemilik sawah yang rusak akibat banjir, karena sawah itu tidak didaftarkan dalam program asuransi pertanian. 

Munandar mengatakan dari catatan yang ia terima hingga Senin siang, ada 5,9 hektar tanaman padi dan hampir satu hektar tanaman cabai yang rusak akibat banjir.

"Banjir kemarin merusak tanaman padi 5,9 hektar dan tanaman cabai di Desa Jeruk Sok-sok, Dusun Jati. Petugas Penyuluh Lapangan sudah berada di lokasi untuk pendataan. Sementara total kerugian sekitar Rp41 juta," kata Munandar kepada KBR, Senin (8/1/2018).

Meski tak memberikan asuransi, Munandar mengatakan Dinas Pertanian akan memberikan bantuan bibit gratis kepada petani yang sawahnya terendam banjir.

"Tahun ini kami mengalokasikan bantuan bibit gratis untuk sekitar 100 hektar sawah. Nanti skemanya bagaimana akan kami bahas lebih lanjut," kata Munandar.

Pada Minggu (7/1/2018) setidaknya ada tiga bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Selain di Desa Jeruk Sok-sok, Kecamatan Binakal, banjir juga menerjang tiga desa di Kecamatan Ijen dan dua desa di Kecamatan Botolinggo. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".