Rumah Warga dan Gereja di Sumba Timur NTT Rusak Diterjang Angin Kencang

Hujan deras dan angin kencang pada Selasa (9/1/2018) di Sumba Timur terjadi akibat ada tekanan rendah di wilayah barat Australia.

Rabu, 10 Jan 2018 12:02 WIB

Warga memotong pohon yang roboh menimpa rumah di Kelurahan Mau Hau, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, NTT, Selasa (9/1/2018). (Foto: KBR/MaxFM/Heinrich Dengi)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Waingapu - Belasan rumah warga rusak setelah angin kencang menerjang dua kelurahan di Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Selain rumah warga, tiupan angin kencang juga merusak dua bangunan gereja. Salah satunya rumah ibadah Gereja Kristen

Sumba Jemaat Mau Hau. Bangunan itu rusak pada atap karena terkena patahan pohon tumbang. 

Pendeta Erni Leonard dari GKS Jemaat Mau Hau mengatakan musibah itu terjadi pada saat hujan deras disertai angin kencang, pada Selasa (9/1/2018) kemarin.

"Hanya teras bagian kiri saja yang rusak. Kalau gedungnya saya lihat dari dalam tidak rusak. Hanya satu atau dua jendela saja yang retak. Tapi kalau terasnya semua harus diganti," kata pendeta Hau Erni Leonard.

Selain rumah rusak, ada juga rumah warga yang miring karena diterjang angin kencang dan pohon tumbang. Termasuk rumah David Damung.

"Tidak ada korban jiwa. Perkiraan kerugian sekitar Rp12,5 juta," kata David Damun. 


Salah satu rumah di Kelurahan Mauliru  Sumba Timur NTT yang rata tanah akibat diterjang angin kencang, Selasa (9/1/2018). (Foto: KBR/MaxFM/Heinrich Dengi)


Kepala Stasiun Meteorologi BMKG di Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, Elias Limahelu mengatakan hujan deras dan angin kencang pada Selasa (9/1/2018) di Sumba Timur terjadi akibat ada tekanan rendah di wilayah barat Australia. Tekanan itu menarik uap air yang merupakan bahan utama pembentukan awan penghujan atau awan konvektif ke barat Australia. 

Akibatnya terjadi cuaca buruk terjadi di sana dan sekitarnya, termasuk di Kupang dan Sumba.

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?