RSUD Agats Kabupaten Asmat Tak Mampu Tampung Pasien Gizi Buruk

Untuk mendapatkan kamar perawatan, pasien harus mengantre. Sementara pasien gizi buruk terus berdatangan, hasil evakuasi tim medis dari kampung-kampung.

Jumat, 19 Jan 2018 14:40 WIB

Ilustrasi anak-anak di Papua. (Foto: kemkes.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Asmat - Rumah Sakit Umum Daaerah (RSUD) Kota Agats di Kabupaten Asmat Provinsi Papua tak mampu lagi menampung pasien gizi buruk yang terus berdatangan dari sejumlah kampung di Asmat.

Direktur RSUD Kota Agats, Richard Rumbino mengatakan saat ini banyak pasien yang terpaksa dirawat di lorong-lorong rumah sakit, karena belum mendapat kamar perawatan.

Untuk mendapatkan kamar perawatan, pasien harus mengantre. Sementara pasien gizi buruk terus berdatangan, hasil upaya evakuasi tim medis dari kampung-kampung.

Richard Rumbino mengatakan RSUD Kota Agats terpaksa menyulap aula Balai Latihan Kerja (BLK) di rumah sakit pemerintah itu untuk menampung para pasien gizi buruk. Ruang perawatan darurat itu memiliki kapasitas tambahan 20 tempat tidur.

"Kemarin keputusan di rapat awal, mau dikasih di ruang pertemuannya BLK. Kami sementara buka ruangan itu dan masukkan tempat tidur. Nanti kalau semua datang, sudah bisa muat lagi," kata Richard Rumbino, di RSUD Agats, Jumat (19/1/2018).

Baca juga:

Ruang perawatan darurat di aula balai latihan kerja RSUD Agats akan ditangani dua dokter spesialis anak dari Kementerian Kesehatan. Sedangkan pasien gizi buruk yang sudah lebih dulu dirawat di RSUD ditangani dokter dari TNI. 

Dalam beberapa hari ini berbagai instansi mengevakuasi para warga yang menderita gizi buruk. Evakuasi dilakukan setelah tim medis gabungan menyisir 19 distrik yang terkena wabah campak dan gizi buruk. 

Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu telah menugaskan para dokter dan tenaga medis ke kampung-kampung untuk menyisir pasien gizi buruk dan campak. Jika ditemukan pasien gizi buruk, maka harus dievakuasi ke RSUD Agats. Sementara untuk pasien campak akan dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. 

Kasus gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat Papua menewaskan 68 orang anak dan balita dalam lima bulan terakhir. Dari jumlah itu, 63 anak meninggal karena gizi buruk, tiga anak karena campak dan satu orang karena tetanus.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.