Petinggi Golkar Sebut Nama Bambang Soesatyo Calon Kuat Ketua DPR

Dalam karirnya di DPR, nama Bambang Soesatyo pernah 'kurang moncer' karena masuk daftar politisi bermasalah versi lembaga pemantau korupsi Indonesia, ICW, pada 2013.

Kamis, 11 Jan 2018 11:51 WIB

Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Salah satu Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menyebut nama Bambang Soesatyo berpeluang besar untuk menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. 

Amali mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah memilih satu nama yang akan ditugaskan mengisi jabatan Ketua DPR.

Amali, yang kini menjabat Ketua Komisi II DPR, juga santer disebut sebagai kandidat calon Ketua DPR. Namun Amali mengatakan, saat ini ia ditugaskan partai untuk berkonsentrasi pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kalau dilihat dari yang sudah ada, saya sendiri tentu ditugaskan untuk lebih berkonsentrasi pada Pilkada, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Maka teman-teman bisa melihat nama lain, tapi menurut perkiraan saya peluang paling besar adalah Bambang Soesatyo," kata Amali di Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Siang ini Fraksi Partai Golkar di DPR akan menggelar rapat pleno membahas berbagai isu. Salah satu di antaranya mengenai pergantian posisi Ketua DPR, revisi Undang-undang MPR, DPR, DPRD dan DPD serta mengenai Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK.

Terkait pergantian ketua DPR, kata Amali, Golkar menargetkan revisi Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) bisa selesai pekan ini. Baru setelah revisi UU MD3 selesai, Fraksi Partai Golkar akan mengirim surat usulan pergantian Ketua DPR kepada Pimpinan DPR pada pekan depan.

"Sekarang tunggu saja pengumuman resmi dari Ketua Umum," kata Amali.

Bambang Soesatyo---kerap disebut Bamsoet---saat ini menjadi Ketua Komisi III DPR bidang hukum. Ia pernah menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR.

Dalam karirnya di DPR, nama Bambang Soesatyo pernah 'kurang moncer' karena masuk daftar politisi bermasalah versi lembaga pemantau korupsi Indonesia, ICW, pada 2013.

Menjelang Pemilu 2014, LSM antikorupsi ICW melansir 36 nama anggota DPR yang tidak mendukung pemberantasan korupsi. Malah, 10 diantaranya dari anggota Komisi Hukum DPR. Diantaranya dari Fraksi Golkar adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Nudirman Munir, dan Setya Novanto. Sementara dari fraksi PKS ada Nasir Djamil dan Adang Daradjatun.

ICW menyebutkan, 36 nama caleg itu ada yang pernah disebut dalam sejumlah persidangan dan menerima sejumlah uang. Ada juga bekas terpidana kasus korupsi yang ingin membubarkan lembaga khusus, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".