Pengamanan Pilkada Serentak, Polri Minta Daerah Sediakan Anggaran Memadai

"Jangan terlalu sedikitlah minimal mendekati"

Kamis, 18 Jan 2018 11:33 WIB

Ilustrasi

KBR,Jakarta- Kepolisian Indonesia meminta  anggaran daerah untuk pengamanan Pilkada tak minim.  Juru bicara Polri, Muhammad Iqbal mengatakan jika kurang akan menggunakan anggaran cadangan dengan izin Kapolri.

"Polri tentunya akan berharap bahwa jangan terlalu sedikitlah minimal mendekati tapi kitakan bukan organisasi budget oriented. Ada  jalan lain kita akan lapor ke Polda nanti Polda lapor ke Mabes akan menggunakan dana-dana yang ada slot dana yang ada di Mabes Polri nanti assesment-nya perencanaan Kapolri yang akan mengurus," ujar Iqbal kepada KBR, di kantornya Kamis, (18/01/2018).

Ia juga mengatakan tidak akan berpengaruh pada kinerja kepolisian apabila nantinya daerah mengalami kekurangan dana. Kata dia Polri menjamin berlangsungnya keamanan pelaksanaan Pilkada di manapun.

Kata  Iqbal tidak semua Pemda memiliki anggaran yang besar. Kepolisian akan mengajukan permohonan keuangan sesuai dengan situasi, daerah dan dana yang mungkin dimiliki Pemda.

"Kita lihat potensi kerawanan seiring dengan pola yang dilakukan Kapolda atau Kapolres. Nanti akan di mix dengan kekuatan anggaran Pemda itu sendiri, jadi tidak memberikan." Ujar Iqbal.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian juga telah bertemu dengan Menteri Dalam negeri, Tjahjo Kumolo untuk membicarakan hal tersebut. Dari 171 daerah yang akan mengikuti ajang pilkada anggaran dana bantuan polri baru terealisasikan sebesar 60 persen. Tito meminta agar menteri Tjahjo bisa mendorong daerah untuk segera merealisasikan semua anggaran keamanan.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.