Pemerintah Siapkan 2,4 T untuk Sertifikasi 7 Juta Bidang Tanah

"Pada 2018, anggarannya mulai Januari, jadi kami yakin target 7 juta itu akan bisa kita selesaikan dengan baik,"

Rabu, 10 Jan 2018 18:51 WIB

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat perhutanan sosial di Madiun, Jawa Timur. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyatakan telah menyiapkan anggaran Rp 2,4 triliun untuk program sertifikasi 7 juta bidang  tanah tahun ini. Sofyan mengatakan, target itu jauh lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya sertifikasi 5 juta lahan.

Sofyan optimistis target itu akan tercapai, lantaran seluruh anggarannya akan langsung dikucurkan sejak awal tahun.

"Untuk 2018, kita target 7 juta. Pengalaman 2017 ini mengajarkan kami, sampai dengan Juni, anggaran cuma 2 juta, Juni, ada tambahan 3 juta lagi. Jadi teman-teman ini khawatir juga, apakah bisa di-deliver. Dan pada 2018, anggarannya mulai Januari, jadi kami yakin target 7 juta itu akan bisa kita selesaikan dengan baik," kata Sofyan di Hotel Sahid, Rabu (10/01/2018).

Sofyan mengatakan, anggaran   Rp 2,4 triliun tersebut akan digunakan untuk menerbitkan sertifikat yang terbagi dalam tiga kelompok harga, karena biaya tiap wilayah berbeda-beda. Kisaran harga penerbitan sertifikat tersebut mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu.

Kata dia, sertifikasi tanah itu akan dikerjakan oleh 5.500 juru ukur yang telah tersertifikasi tahun lalu. Tahun ini akan kembali ditambah sekitar 3.000 juru ukur. Kata dia, berbagai penambahan itu untuk mencapai target seluruh tanah tersertifikasi pada 2023.

Sofyan berujar, penganggaran sertifikasi tahun ini sudah lebih baik ketimbang tahun lalu. Pasalnya, pada semester pertama tahun lalu, Kementerian ATR hanya mendapat dana untuk sertifikasi 2 juta tanah, sedangkan dana untuk 3 juta sertifikat sisanya baru dikucurkan semester berikutnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.