Pelecehan Seksual Pasien di Surabaya, Polisi: Perawat Belum jadi Tersangka

"Harus ada alat bukti dan keterangan sebelumnya terjadinya peristiwa."

Jumat, 26 Jan 2018 14:53 WIB

Potongan video saat perawat yang dituding melakukan pelecehan seksual meminta maaf kepada korban. (Sumber: Insta)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,  Surabaya- Kepolisian  Surabaya  Jawa Timur  memeriksa pria berinisial J,  perawat rumah sakit National Hospital Surabaya dalam kasus dugaan pelecehan seksual. Kapolrestabes Rudi Setiawan  mengatakan status yang bersangkutan sejauh ini masih belum ditingkatkan, menunggu bukti lebih lengkap.

"Untuk menetapkan sebagai tersangka, itu harus  merangkai bagaimana kronologis peristiwa,  harus ada alat bukti dan keterangan sebelumnya terjadinya peristiwa. Setelah itu baru bisa menentukan pidananya sebagai tersangka," kata Kapolrestabes Surabaya  Rudi Setiawan, Jumat (26/01) .

Selain memeriksa Junaidi, penyidik menyita rekaman  CCTV rumah sakit yang menjadi bukti penting dalam kasus tersebut. Sebab,  dengan bukti CCTV tersebut polisi dapat mengetahui kronologis kejadiannya secara lengkap.

Sebelumnya beredar  video yang viral di media sosial  seorang pasien wanita terlihat menangis karena merasa dilecehkan oleh perawat pria. Dalam rekaman itu, pasien wanita itu juga menceritakan kronologi pelecehan tersebut di depan keluarga dan beberapa perawat yang diduga dari Rumah Sakit Nasional Hospital.

Pasien wanita itu terlihat terus menangis dan meminta perawat pria untuk mengakui perbuatannya. Merasa bersalah, perawat pria itu kemudian meminta maaf kepada pasien dan keluarga korban.


Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.