Mental Positif

Renovasi Stadion GBK menghabiskan dana 3,5 triliun rupiah. Kualitas pencahayaan diklaim menjadi salah satu yang terbaik di dunia, sementara sistem tata suara juga diperbaiki.

Senin, 15 Jan 2018 05:23 WIB

Suasana tribun penonton  di SUGBK

Suasana tribun penonton saat laga persahabatan antara Indonesia - Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang baru diresmikan. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan wajah baru kemarin diresmikan Presiden Joko Widodo. Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia dan Islandia. Dengan itu pula, bangunan berusia setengah abad lebih itu pula dinyatakan siap dipakai untuk Asian Games 2018 di tanah air. 

Riwayat stadion GBK dimulai pada 1950, ketika Presiden Sukarno bermimpi Indonesia punya stadion olahraga terbesar di dunia. GBK lantas dirancang oleh arsitek asal Soviet dengan ciri khas atap temu gelang atau oval serta kolom beton yang miring, bukan tegak lurus. Stadion ini dibangun juga untuk menyambut Asian Games, saat itu baru yang ke-4 pada tahun 1962. Sejak 1993, Stadion GBK juga ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya. 

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuldjono mengatakan, renovasi Stadion GBK menghabiskan dana 3,5 triliun rupiah. Kualitas pencahayaan diklaim menjadi salah satu yang terbaik di dunia, sementara sistem tata suara juga diperbaiki. Stadion GBK direnovasi dengan memperhatikan standar FIFA dalam aspek keamanan. Kenyamanan penonton, termasuk yang difabel, ikut diperhatikan. 

Sekarang, tugas penting kita adalah menjaga stadion GBK yang legendaris itu. Ingat, kerusuhan suporter pada Juni 2016 lalu telah menyebabkan sejumlah kerusakan di Stadion GBK. Jangan sampai itu terjadi lagi. Kita sebagai penonton mesti menjaga mental yang sportif, siap menang-kalah, serta tak mudah terpancing emosi lantas merusak stadion. Dengan mental yang positif ini pula, kita bersiap menjadi tuan rumah yang baik untuk Asian Games 2018.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.