Larangan Cantrang, Jokowi Temui Nelayan Jateng

"Intinya tadi kita sudah ketemu, sudah sama-sama ketemu solusinya. Hanya nanti akan lebih didetailkan lagi di Jakarta."

Selasa, 16 Jan 2018 09:49 WIB

Sejumlah nelayan Teluk Lampung berunjuk rasa menolak larangan cantrang di depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung,Selasa (9/1). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo bertemu dengan 16 nelayan Jawa Tengah membahas tentang polemik penggunaan cantrang, Senin (15/1). Agenda ini dilakukan saat kunjungan kerja Jokowi ke Tegal, Jawa Tengah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Tegal Enthus Susmono, Wakil Walikota Tegal Nursholeh, Bupati Pati Haryanto dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki

Jokowi mengklaim telah mendapatkan solusi, tetapi akan dibahas lebih rinci pada Rabu (17/1) besok di Istana Presiden Jakarta. Ia akan mengundang perwakilan nelayan, para bupati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Kita akan carikan solusi, agar nelayan ini juga bisa melaut dengan baik, tetapi juga dari sisi penggunaaan alat-alat yang berdampak tidak baik bagi lingkungan, itu juga bisa dilihat. Intinya tadi kita sudah ketemu, sudah sama-sama ketemu solusinya. Hanya nanti akan lebih didetailkan lagi di Jakarta. Nanti disampaikan di hari Rabu," kata Jokowi dalam rilis dari Biro Pers Istana, Selasa (16/1/2018).

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan telah bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Susi. Mereka membahas tentang perpanjangan cantrang dan bantuan pembiayaan serta pelatihan penggunaan alat tangkap baru.

"Minggu lalu saya sudah mengajukan dan bertemu dengan Bu Susi dan Pak Pratikno untuk membahas perpanjangan cantrang dan dibantu pembiayaan, serta pelatihan penggunaan alat tangkap baru," kata Ganjar.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".