KKP Klaim Potensi Ikan di Indonesia Naik Terus

"Kapal pengangkut ukurannya ngga tanggung-tanggung ribuan groston, itu semua distop,"

Jumat, 19 Jan 2018 16:57 WIB

Ilustrasi: Penenggelaman kapal pencuri ikan.

KBR, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat angka potensi sumber daya daya ikan di Indonesia terus naik setiap tahunnya semenjak 2014. Kenaikan paling signifikan terlihat pada  2017 yang mencapai 12,54 juta ton pertahun. Stok ikan tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yakni 9,93 juta ton pertahun.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mengatakan, stok ikan terus meningkat berkat kebijakan  moratorium kapal asing, penenggelaman kapal ilegal, pelarangan bongkar muat di laut dan larangan penggunaan alat tangkap yang merusak.

"Menghentikan operasional kapal ikan eks asing. Mereka adalah kapal ikan yang berukuran lebih dari 200  grosston. Alat penangkapnya ada trol, kemudian mereka juga menggunakan collective vessel kapal pengangkut ukurannya ngga tanggung-tanggung ribuan grosston, itu semua distop," kata Nilanto di Kantor Kominfo, Jumat (19/01/18).

Nilanto mengatakan, meskipun jumlah kapal yang beroperasi mengalami penurunan pasca moratorium, namun produksi ikan nasional juga mengalami kenaikan. Angka produksi nasional dari 5,7 ton pada 2013 meningkat menjadi 6 juta ton pada 2014 dan 5,1 juta ton pada 2015.

Selain itu, menurut Nilanto, moratorium kapal asing juga memberi manfaat kepada nelayan lokal untuk meningkatkan jumlah produksi ikan. Ia mengatakan, artinya pengelolaan kekayaan laut Indonesia dikembalikan kepada anak bangsa.

Nilanto menambahkan, KKP juga berupaya mewujudkan industri perikanan yang ramah lingkungan. KKP telah menyalurkan 754 unit bantuan kapal perikanan dan membagikan 7.255 unit alat tangkap ramah lingkungan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.