Jembatan Baru Bondowoso Retak, BPK Kirim Tim Pemeriksa

Sejumlah titik di sekitar Jembatan Ki Ronggo Bondowoso, mengalami retak dan ambles di beberapa bagian. Padahal, jembatan dan beberapa fasilitas pendukung di sekitarnya, baru saja rampung dibangun.

Kamis, 25 Jan 2018 21:59 WIB

Seorang bocah bermain dekat salah satu bagian retakan di jembatan Ki Ronggo Bondowoso Jawa Timur, Senin (15/1/2018). (Foto: KBR/Friska Kalia)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bondowoso – Retaknya sejumlah titik di sekitar jembatan Ki Ronggo Bondowoso, Jawa Timur, mendapat perhatian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada Senin pekan depan, BPK berencana menurunkan tim untuk memeriksa proyek pembangunan jembatan dan fasilitas pendukung lain yang retak meski baru diselesai dibangun dengan anggaran hingga Rp13 miliar tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso, Wahyudi Triatmadji mengatakan ia mendapat kabar dari BPK yang akan melakukan pemeriksaan pada proyek jembatan itu. 

"Beberapa sisi yang retak itu sudah kami lihat dan BPK juga sudah tahu. Senin depan akan datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, oleh ahli dari BPK. Kalau Inspektorat rekomendasi kepada PUPR selaku dinas yang bertanggung jawab sudah jelas," kata Wahyudi Triatmadji kepada KBR, Kamis (25/1/2018). 

Rekomendasi yang dimaksud Wahyudi adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai Dinas harus bertanggung jawab melakukan perbaikan sistem pengawasan internal. Selain itu, Dinas PUPR juga diminta memperbaiki proses perencanaan awal untuk seluruh proyek fisik.

Sejumlah titik di sekitar Jembatan Ki Ronggo Bondowoso, mengalami retak dan ambles di beberapa bagian. Padahal, jembatan dan beberapa fasilitas pendukung di sekitarnya, baru saja rampung dibangun dengan anggaran mencapai Rp13 milyar.

Jembatan yang digadang-gadang menjadi landmark baru Kota Bondowoso sebagai 'Suramadu mini' itu, dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso sejak awal 2016 silam. Sebagian kawasan di sekitar jembatan akan difungsikan sebagai lokasi kuliner Pedagang Kaki Lima (PKL).

Anggaran proyek itu berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 sebesar Rp9 miliar untuk tahap pertama, ditambah tahap kedua pada 2017 sebesar Rp4 milyar yang berasal dari Bantuan Keuangan (BK) kabupaten Bondowoso.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.