Halangi Penyidikan Kasus, Eks Pengacara Setnov Jadi Tersangka?

"Informasinya sudah penyidikan. Sore ini akan diumumkan,"

Rabu, 10 Jan 2018 15:56 WIB

Pengacara Fredich Yunadi saat mengurus kecelakaan Setya Novanto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sudah meningkatkan status perkara indikasi menghalang-halangi penyidikan terdakwa Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP elektronik dari penyelidikan ke penyidikan.  Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lewat pesan singkatnya mengatakan pengumuman resmi soal siapa saja yang menjadi tersangka dalam perkara tersebut bakal diumumkan sore ini.

"Kalau proses lanjutan dari Penyelidikan sudah dilakukan. Informasinya sudah penyidikan. Sore ini akan diumumkan," ucapnya kepada wartawan lewat pesan singkat, Rabu (10/01).

Kemarin KPK mengumumkan telah mengirimkan permintaan pencegahan ke Ditjen Imigrasi terhadap empat orang terkait perkara menghalang-halangi penyidikan untuk terdakwa Setya Novanto dalam dugaan korupsi e-KTP.  Keempat orang tersebut ialah bekas wartawan Metro TV Hilman Mattauch, bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan Achmad Rudyansyah, serta bekas ajudan Setya Novanto, Reza Pahlevi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keempat orang tersebut dilarang bepergian ke luar negeri sejak 8 Desember 2017 hingga enam bulan ke depan.  Kata dia, pencegahan dilakukan untuk mempermudah penyidik KPK bila sewaktu-waktu membutuhkan keterangan.

Dia memastikan, KPK juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian mengingat salah satu orang yang dicegah merupakan anggota aktif Polri.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang