Dugaan Penipuan Umrah, Polisi Tangkap Lagi Dua 'Bos' Biro Hannien Tour

Selain menangkap dua orang, polisi juga menyita berbagai dokumen penting seperti ratusan paspor, buku nikah dan berbagai dokumen lain termasuk identitas para korban.

Jumat, 05 Jan 2018 14:40 WIB

Salah seorang bos biro umrah Hannien Tour tiba di Mapolres Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/1/2018). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Kepolisian kembali menangkap dua orang pemimpin biro perjalanan umrah Hannien Tour. 

Dua orang itu adalah IH alias Ilham selaku direktur teknik dan AR alias Arief sebagai direktur operasional di kantor pusat Hannien Tour di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 

Usai ditangkap di Bogor, polisi memboyong mereka ke Markas Polres Kota Solo, Jawa Tengah untuk diperiksa. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Solo, Agus Puryadi mengatakan dua orang itu memiliki peran dalam kasus dugaan penipuan perjalanan umrah. 

Selain menangkap dan menetapkan dua orang sebagai tersangka baru, polisi juga menyita berbagai dokumen penting seperti ratusan paspor, buku nikah dan berbagai dokumen lain termasuk identitas para korban.

"Fakta yang kami temukan, keduanya menginduk pada dua tersangka lainnya yang sudah kami tahan di Polresta Solo. Kami lakukan penggeledahan di kantor pusat Hannien Tour di Cibinong. Kami dapat bukti dokumen penting. Ada 150 paspor, komputer, rekening koran, dan sebagainya. Masih banyak dan semua bukti akan kami bawa ke Polresta Solo. Tapi sekarang belum bisa karena keterbatasan SDM dan peralatan. Semua sudah kita segel," kata Agus Puryadi, di Solo, Jumat (5/1/2018).

Baca juga:

Penangkapan itu menambah daftar pimpinan biro perjalanan Hannien Tour yang sudah ditangani Polres Kota Solo. Sebelumnya, polisi juga menangkap dua pimpinan Hannien Tour, yaitu Farid Rosyidin sebagai direktur utama dan Avianto Boedhy sebagai direktur keuangan. 

Empat orang pimpinan biro umroh dan haji itu ini ditahan di Polresta Solo.

Data yang dimiliki Polresta Solo menyebutkan, korban Hannien Tour mencapai 1.800 orang dari 10 kantor cabang biro umrah dan haji. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp38 miliar.

Dugaan sementara, kegiatan itu menggunakan modus promo subsidi 20 persen biaya umrah, di bawah standar biaya umrah di pasaran. Rata-rata korban sudah membayar Rp18-Rp20 juta ke Hannien Tour.

Biro perjalanan umrah Hannien Tour dikelola PT Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah. Perusahaan itu berkantor di Ruko Cibinong City, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 

Ini merupakan kasus dugaan penipuan jemaah umrah kedua yang muncul di masyarakat selama 2017, setelah sebelumnya dilakukan PT First Travel. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".