Buka SMA Umum Berbasis Dirgantara, TNI AU Gratiskan Biaya Seluruh Siswa Angkatan Pertama

Lokasi pembangunan sekolah yang diberi nama SMA Pradhita Dirgantara itu berada di kompleks Lanud TNI AU dan bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta.

Selasa, 30 Jan 2018 20:35 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Yuyu Sutisna saat meninjau pembangunan SMU Pradhita Dirgantara di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/1/2018). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - TNI Angkatan Udara membangun sekolah umum berbasis dirgantara di sekitar bandar udara Internasional Adi Soemarmo dan Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah.

Kepala Staf TNI AU Yuyu Sutisna melihat langsung proses pembangunan sekolah bernama Pradita Dirgantara, Selasa (30/1/2018). 

Lokasi pembangunan sekolah yang diberi nama SMA Pradhita Dirgantara itu berada di kompleks Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU dan bandara internasional Adi Soemarmo Surakarta. 

Yuyu mengatakan TNI AU akan memberikan beasiswa bagi siswa angkatan pertama yang dibatasi untuk 150 orang saja. 

Sekolah tersebut, kata Yuyu, tidak menerapkan prinsip kemiliteran meski dikelola di bawah yayasan istri anggota TNI AU, yaitu Yayasan PIA Ardhya Garini (Yasarini). 

"Targetnya pembangunan fasilitas sekolah tahap 1 selesai pada Juni 2018. Sekarang sedang proses pelatihan untuk guru sebanyak 66 orang," kata Yuyu Sutisna di Solo, Selasa (30/1/2018).

KSAU Yuyu Sutisna mengatakan saat ini TNI AU sedang melakukan sosialisasi penerimaan siswa baru di berbagai daerah. Di harapkan sekolah itu bisa menerima pendaftaran siswa baru pada Juli 2018 mendatang.

"Untuk angkatan pertama, siswa sekolah ini kita beri beasiswa penuh, gratis. Tapi ada syarat ketat. Ada kuota 150 orang, laki-laki dan perempuan. Komposisinya kita lihat nanti. Ini SMA. Hanya yang perlu saya tekankan, sekolah ini tidak ada pendidikan militeristik meski di kelola TNI AU. Kita tidak mendidik secara militer, kita gunakan disiplin pendidikan secara umum," tambah Yuyu Sutisna.

Pembangunan sekolah tersebut kini mencapai 55 persen di lahan seluas enam hektar. Website sekolah itu menyebutkan ada sejumlah kegiatan siswa yang berbeda dengan sekolah umum lainnya. Di antaranya terbang layang, aero modelling, dan Pramuka saka dirgantara. Sekolah ini menggunakan sistem asrama. 

Lokasi sekolah SMA Pradhita Dirgantara tersebut juga dekat dengan komunitas aero modelling atau cabang olahraga dirgantara. 

Surakarta juga memiliki potensi olahraga dirgantara lainnya antara lain gantole, paralayang, terjun payung, dan sebagainya. Komunitas Drone atau pesawat nirawak di Surakarta juga semakin diminati masyarakat.

Selama ini, TNI AU sudah memiliki sejumlah sekolah seperti Sekolah Kejuruan Dasar Pemeliharaan Alat Navigasi Udara (Sejursarharalnavud) dan Sekolah Penerbangan TNI AU.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Kuasa Hukum: Kepulangan Novel Harus Jadi Momentum Tuntaskan Kasus

  • Aksi Kamisan Tolak UU MD3
  • Majikan Adelina Didakwa Pasal Penghilangan Nyawa Orang Lain
  • Dua Desa Diterjang Lahar Dingin Sinabung

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.