BPBD Banyumas Distibusikan Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Dua rumah roboh rata dengan tanah.

Minggu, 14 Jan 2018 15:48 WIB

Rumah warga yang terkena angin puting beliung. Foto: ridlo/KBR

KBR, Banyumas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah mendistribusikan bantuan untuk ratusan korban puting beliung di empat desa di sana. Kamis (11/1/2017) lalu, sekitar 300 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung yang disertai hujan lebat.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, bantuan berupa bahan bangunan rumah. Menurutnya, pengiriman bantuan baru dapat dilakukan karena pembersihan material dan pohon yang roboh memakan waktu hingga 2 hari.

“Ya sebelum distribusi, kita penanangan terlebih dahulu. Prioritas penanganan menyingkirkan pohon yang menimpa rumah. (hambatan) Saking banyaknya, dan pohonnya besar-besar. Bahkan ada satu rumah yang tertimpa empat pohon kelapa. Sekitar 300 rumah yang terdampak, di beberapa desa, empat desa ini. Desa Banteran, Klapagading Wetan, Klapagading Kulon dan Desa Tinggarjaya,” jelas Kusworo, Minggu, 14 Januari 2018.

BPBD Banyumas masih memvalidasi data tingkat kerusakan rumah yang diterjang angin puting beliung. Kata dia, rumah terparah berada di Desa Klapagading Kulon dengan jumlah 156 rumah. Dua di antaranya roboh rata dengan tanah.

Selain bahan baku rumah, BPBD Banyumas juga mendistribusikan logistik untuk para relawan dan mendirikan dapur umum di 4 desa terdampak. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.