BNPB Segera Cairkan Dana Perbaikan Rumah Korban Banjir Bima 2016

Jumlah dana yang disiapkan BNPB mencapai 166,9 miliar untuk perbaikan sebanyak 1.200 unit rumah.

Kamis, 18 Jan 2018 17:23 WIB

Suasana wilayah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pascabanjir pada Minggu (25/12/2016). Selama sebulan Bima tiga kali dilanda banjir. (Foto: ANTARA)

KBR, Mataram - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera mencairkan anggaran untuk memperbaiki rumah para korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi akhir 2016 lalu.

Jumlah dana yang disiapkan BNPB mencapai 166,9 miliar untuk perbaikan sebanyak 1.200 unit rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Muhammad Rum mengatakan rencananya perbaikan rumah korban banjir akan dimulai triwulan ketiga 2018.

Muhammad Rum mengatakan anggaran BNPB itu tidak hanya untuk perbaikan rumah korban banjir namun juga untuk perbaikan infrastruktur rusak seperti pipa air bersih, jembatan dan tanggul sungai.

"Ada peningkatan bantuan untuk harga satuan. Dari sebelumnya Rp40 juta per rumah, dinaikkan menjadi Rp69 juta per rumah. Ada sekitar 1200 rumah yang akan dibangun," kata Muhammad Rum, di Mataram, Kamis (18/1/2018).

Sementara bantuan untuk perbaikan rumah korban banjir di Kabupaten Lombok Timur belum diketahui secara pasti. Namun, kata Rum, BPBD NTB sudah lama mengusulkan anggaran ke BNPB.

Banjir yang terjadi pada November 2017 lalu di Lombok Timur mengakibatkan ratusan rumah warga rusak parah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.