Wiranto Akan Pindahkan Tentara di Jawa ke Daerah Perbatasan

Wiranto mengatakan, dengan prajurit dikirim ke perbatasan akan menjamin keamanan, mempercepat pembangunan puskesmas, pasar serta tempat ibadah.

Selasa, 17 Jan 2017 14:18 WIB

Prajurit TNI dari Yonif 403/Wirasada Pratista mengecek senjata di atas KRI Teluk Amboina sebelum diberangkatkan dari Semarang Jawa Tengah ke perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan untuk pengamanan perba


KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berencana memindahkan prajurit TNI di Jawa untuk dikirim ke perbatasan di seluruh Indonesia.

Wiranto mengatakan saat ini banyak daerah perbatasan dalam keadaan kosong.

"Dengan demikian, kalau wilayah perbatasan kita yang memang sebenarnya nomor dua terpanjang di dunia setelah Kanada itu sekarang ini kan keadaannya kosong. Ya hampir telanjang lah. Tapi dengan adanya nanti satu konsep baru dimana militer berada di pebatasan itu, maka otomatis akan menumbuhkan kehidupan baru di perbatasan," kata Wiranto di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Panglima TNI era Soeharto itu menjelaskan saat ini pemerintah menyadari perlunya pemerataan penduduk di perbatasan. Pengiriman prajurit ke perbatasan berkaitan dengan tugas non-militer untuk mendorong pembangunan ekonomi. Menurutnya, dengan prajurit dikirim ke perbatasan akan menjamin keamanan, mempercepat pembangunan puskesmas, pasar serta tempat ibadah.

"Otomatis merangsang masyarakat untuk ikut menempati sentra ekonomi itu," kata Wiranto.

Rencana itu disampaikan Wiranto dalam rapat koordinasi pengendalian pengelolaan perbatasan negara, yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah di perbatasan. Wiranto meminta agar masing-masing kepala daerah menginventarisasi sejumlah lokasi yang bakal digunakan sebagai barak TNI.

"Oleh karena itu saat ini saya sedang kumpulkan para gubernur, saya titip coba carikan dan inventarisasi tempat-tempat yang dianggap rawan perbatasan. Tapi juga kaitkan daerah itu cukup layak ditinggali prajurit, dan syukur-syukur potensial sebagai lahan pertanian," imbuhnya.

Wiranto telah membicarakan rencana tersebut dengan internal TNI. Ia berharap dalam waktu dekat konsep tersebut dapat terwujud. Selama ini prajurit TNI terkonsentrasi di Jawa.

"Alhasil kalau di luar Jawa ada kerusuhan yang dikirim tentara dari Jawa. Di Aceh, di Poso, di Papua, tentara (dikirim) dari Jawa. Akhirnya secara psikologis ini kok dijajah tentara Jawa?" kata Wiranto.

Wiranto menambahkan saat ini terjadi perubahan paradigma terkait ancaman pertahanan. Sebelumnya pemerintah fokus terhadap ancaman bersenjata. Namun, saat ini terdapat masalah multideminsional seperti terorisme, radikalisme, narkoba, perdagangan manusia, pembalakan liar dan pencurian ikan.

Rencana Wiranto itu disambut baik Gubernur Kalimatan Utara Irianto Lambrie. Irianto mengklaim telah menyiapkan sejumlah tempat yang bisa ditempati prajurit TNI. Di antaranya, Simanggaris, Lumbis Ogong, Sebatik, Krayan serta Long Apung.

"Mohon ini bisa ditinjau untuk maksud mutasi atau pergeseran pasukan TNI dari Jawa ke luar Jawa. Jadi intinya Kalimantan Utara siap untuk menerima itu dan mendukung sepenuhnya," kata Irianto dalam rapat tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.