Timses: Mas Anies Gembira Diundang FPI

"Ustad Habib Rizieq menjelaskan, 'Mas Anies ini banyak dapat fitnah. Katanya Syiah, katanya Liberal. Monggo Mas Anies jelaskan kepada jamaah'," kata Mardani Ali Sera.

Senin, 02 Jan 2017 16:09 WIB

Calon Gubernur Jakarta, Anies Baswedan memenuhi undangan FPI. (Foto: Timses Anies)


KBR, Jakarta - Tim sukses pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjelaskan kehadiran Anies Baswedan  di markas FPI di Petamburan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, calon gubernur yang diusung PKS dan Gerindra itu bertemu pemimpin FPI termasuk Rizieq Shihab dan para anggota.

Ketua Tim Sukses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan Anies datang ke markas FPI atas undangan ormas tersebut. Mardani mengatakan pada saat itu FPI memang mempunyai program acara pengajian tiap hari Minggu.

"Saat itu Mas Anies diundang. Kalau kita prinsipnya sekarang, jangankan diundang. Tidak diundang pun kita berharap bisa datang untuk sosialisasi. Termasuk Ustad Habib Rizieq menjelaskan, 'Mas Anies ini banyak dapat fitnah. Katanya Syiah, katanya Liberal. Monggo Mas Anies jelaskan kepada jamaah'. Jadi Mas Anies menjelaskan itu. Mas Anies gembira diundang FPI dan mendapat kesempatan menjelaskan visi misi atau beberapa fitnah seputar beliau," kata Mardani Ali Sera kepada KBR, Senin (2/1/2016).

Baca: Rizieq Shihab Kembali Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama

Ketua Tim Sukses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera menambahkan pertemuan itu sifatnya adalah pengajian, jadi tidak ada acara dukung mendukung calon gubernur DKI Jakarta.

Meski begitu Mardani berharap bisa mendapat tambahan dukungan dari undangan FPI tersebut. Ia mengatakan timses Anies-Sandi akan menindaklanjuti kunjungan Anies ke markas FPI tersebut.

"Nah, kalau sudah diundang (FPI), ini mestinya tanda-tanda. Tapi kami sendiri ya ini namanya ikhtiar. Kami tidak ingin ikhtiar kami ini tidak natural. Artinya, kita (tidak) melakukan pendekatan yang sifatnya insentif, instan.. nggak baik itu," kata Mardani.

"Kami punya SOP. Semua undangan kami terima, habis itu semua yang sudah dikunjungi Mas Anies ditindaklanjuti. Ada silaturahim lanjutan, kirim perkembangan. Dalam waktu tertentu kami undang untuk kopi darat, makan bersama Mas Anies, dan sebagainya," jelas Mardani.

Baca: Datangi Kejagung, FPI Desak Ahok Ditahan  

Mardani mengakui ada beberapa organisasi yang memiliki aturan main cukup ketat dalam hal kepatuhan. Beberapa ormas, kata Mardani, memiliki konsep imamah, dimana keputusan pemimpin atau ketua harus diikuti oleh semua anggota.

Mardani mengetahui ada yang pro dan kontra terkait kedatangan Anies Baswedan ke markas FPI.

"Buat saya, respon di medsos itu bagus. Ada yang pro, ada yang kontra. Itu hal biasa. Bagi kami, kami sedang membuat dekat semua pihak. Di pilkada ini proses pertama adalah mendapat kepercayaan publik. Kehadiran Mas Anies itu bagian dari bagaimana menjadi jembatan, mendengar semua pihak. Penting bagi kita untuk merangkul dan mendengar. Jadi tugas pemimpin itu bukan membuat garis pemisah tapi membuat jembatan bagi semua," kata Mardani.

Respon tentang FPI?

Bagaimana Mardani menanggapi banyaknya komentar negatif terhadap keberadaan FPI, termasuk ramai desakan agar pemerintah membubarkan ormas FPI karena dianggap ormas intoleran?

"Itu (FPI) organisasi yang sah, punya hak. Apalagi dengan kejadian (aksi) 411 dan 212, itu FPI sudah menunjukkan mereka sangat mampu menjaga etika publiknya. Bahwa memang garisnya garis keras, tapi kebijakan tiap ormas kan punya gaya masing-masing. Yang penting koridornya ikut peraturan dan undang-undang, ya kita harus hormati," kata Mardani.

Mardani yang juga menjabat Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak setuju ada pembubaran ormas FPI, karena bukan cara yang sehat di era demokrasi.

"Kita punya undang-undang Ormas. Kalau ormas ikut peraturan yang berlaku, semua punya hak. Itu inti demokrasi. Setiap entitas sekecil apapun punya hak untuk tumbuh berkembang, sesuai koridor yang diberikan. Kalau hapuskan FPI, bubarkan FPI, lalu nanti ada lagi (ormas) yang lain, itu tidak sehat. Cara yang sehat adalah tiap organisasi berkembang sesuai ciri khas masing-masing, tapi mampu bersinergi membangun negeri," kata Mardani.

Editor:  Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Aparat Keamanan Dicurigai Selundupkan Pendulang Emas ke Kawasan Freeport

  • Belasan Bagang Ikan di Perairan Ambalat Dirusak Gelombang
  • Myanmar-Bangladesh Sepakat Repatriasi Pengungsi dalam Dua Bulan
  • Kasus Perkosaan, Eks Pemain AC Milan Robinho Dihukum Penjara

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"