Ilustrasi serangan. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Pemerintah memastikan tidak ada korban warga negara Indonesia (WNI) dalam aksi teror yang terjadi di Turki. Kepastian pemerintah didapatkan setelah otoritas Turki memastikan dari 39 tewas, dan 69 luka luka, adalah warga negara turki, dan warga asing yang berasal dari wilayah Timur Tengah.

Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Istanbul Turki, Dandy Suparan mengatakan, sudah mengimbau agar WNI  selalu berhati-hati dan menghindari kawasan yang kerap dijadikan sasaran teror. Terutama objek-objek vital dan tempat wisata di Turki yang hampir semua pernah terjadi aksi teror.

"Sejauh ini memang masih ada yang belum teridentifikasi. Tetapi menurut otoritas setempat itu tidak ada WNI. Sejak peristiwa Sultan Ahmed meledakan, Januari 2016. Februarinya KBRI sudah melakukan imbauan-imbauan," ungkapnya.

Imbauan tersebut, kata Dandy di antaranya imbauan untuk selalu membawa identitas diri dan waspada di mana pun berada.

"Untuk no go zone kita belum. Hanya untuk tempat kerumunan, wisata asing. Karena hampir 2016 hampir objek wisata di wilayah Istanbul pernah mengalami teror," ujarnya.

Dari data KJRI Istanbul ada 1.050 orang WNI yang berdomisili di Turki. Sebagian besar mereka adalah pelajar, ibu rumah tangga, dan pekerja.

Awal Desember lalu, dua ledakan terjadi di dekat stadion sepakbola di Istanbul menewaskan 38 orang dan melukai 150 orang lainnya. Milisi Kurdi mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!