Sidang Penodaan Agama Ahok, Kuasa Hukum Pantau Saksi Ahli

"Kita monitor siapa saksi ini, substansi keterangannya apa. ketiga kita lacak apakah netralitasnya kuat atau tidak. apakah ada afiliasi politiknya apa ngga,"

Senin, 02 Jan 2017 20:59 WIB

Terdakwa penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengikuti sidang. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kuasa Hukum Gubernur Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok),  sudah memonitor enam saksi ahli yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum pada persidangan kasus dugaan penodaan agama besok, Selasa (3/2/2016). Kuasa Hukum  Sirra Prayuna  mengatakan salah satu yang ditelusurinya adalah soal intervensi dan independensi para saksi ahli tersebut.

Sirra enggan menjelaskan lebih rinci hasil pantauannya tersebut.

"Satu kami tentu pelajari keterangan saksi-saksi yang akan dihadirkan jaksa. Kita monitor siapa saksi ini, substansi keterangannya apa. ketiga kita lacak apakah netralitasnya kuat atau tidak. apakah ada afiliasi politiknya apa ngga," katanya kepada KBR, Senin (1/1/2017)

Sementara terkait putusan sela kemarin, Sirra mengatakan  tim kuasa hukum sudah mendaftarkan gugatan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Banding diajukan pasca sidang putusan sela pekan lalu.

Besok, Terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan menghadapi sidang lanjutan. Agenda persidangan besok adalah mendengarkan kesaksian dari saksi ahli. Jaksa sendiri mendatangkan enam saksi ahli dalam persidangan tersebut.

Ahok mengatakan dia akan mengajukan pertanyaan kepada para saksi ahli jika majelis hakim memberinya kesempatan untuk bertanya.

Ahok dijerat Pasal 156 dan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam Pasal 156, disebutkan Ahok didakwa telah mengatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan masyarakat Indonesia. Sidang Ahok rencananya akan diselenggarakan di auditorium Kementerian Pertanian di Jalan Harsono RM Dalam, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada Nomor 17, Jakarta Pusat.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas