Meski Ditolak, Jokowi Putuskan Pembangunan Bandara Kulonprogo Dimulai

"Bandara baru sudah direncanakan sejak 6-7 tahun lalu. Tapi mundar mundur terus. Saya putuskan, hari ini dimulai,"

Jumat, 27 Jan 2017 13:37 WIB

Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (27/01). (Foto: KBR/Eka J.)


KBR, Yogyakarta- Presiden Joko Widodo menanam bata merah di lokasi yang akan menjadi Bandar Udara Internasional Yogyakarta Baru di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon Kulonprogo. 


Penanaman bata merah yang kemudian disiram dengan air dari tujuh sumber mata air merupakan bagian dari prosesi 'Babat Alas Nawung Kridha', menandai dimulainya tahap awal pembangunan bandara baru berkapasitas tahap pertama 14 juta penumpang per tahun itu. Babat Alas Nawung Kridha berarti membuka lahan sembari merapikan dan membangun.

Babat Alas Nawung Kridha ini menjadi titik awal dimulainya pembangunan bandara baru yang berkali-kali molor dari target semula.

"Bandara baru sudah direncanakan sejak 6-7 tahun lalu. Tapi mundar mundur terus. Saya putuskan, hari ini dimulai," kata Jokowi di Kulonprogo, Jum'at (27/1/2017).

Baca:  Demo Tolak Pembangunan Bandara

Pendekatan lokal dilakukan oleh Jokowi saat berada di Kulonprogo. Dalam sambutannya, Jokowi menyebut adanya ramalan akan keberadaan bandara di Temon Kulonprogo. Jokowi menyatakan sabda leluhur akan terbukti dengan dimulainya pembangunan bandara.

"Tlatah Temon dadi susuhe kinjeng wesi," ujar Jokowi yang berarti Temon akan menjadi rumah capung besi.

Bandara Internasional Yogyakarta Baru digadang-gadang mulai beroperasi Maret 2019 dengan fasilitas dan standar internasional.

Jokowi menambahkan, keberadaan bandara baru di Temon Kulonprogo harus segera terwujud sebagai solusi terbatasnya kapasitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Bandara Adisutjipto berkapasitas 1,6 juta penumpang, sedangkan aktivitas penumpang di tahun 2016 sebanyak 7,2 juta orang.

"Sudah sek-sekan dan crowded. Harus segera dimulai pembangunannya. Turis yang datang ke Yogyakarta semakin hari semakin melompat semakin meloncat karena budaya. Kebudayaan selalu dipelihara di Daerah Istimewa Yogyakarta," lanjut Jokowi.

Jokowi berharap lahan bakal bandara seluas 587 hektare segera dimulai proses  Amdal dan pembangunan konstruksi.

"Pertengahan 2019, bandara ini sudah bisa kita pergunakan dengan kapasitas 14 juta penumpang tahap pertama dan 20 juta penumpang pada tahap selanjutnya," pungkas presiden.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut