Gagal Tanam, Petani Cabai Beralih Tanam Sayuran

Tanaman cabai tidak bisa tumbuh optimal lantaran serangan hama dan penyakit. Warga setempat menyebut 'pethekan'. Selain itu, banyak pula tanaman cabai yang mati.

Kamis, 12 Jan 2017 13:27 WIB

Tanaman cabai di Banyumas tidak bisa tumbuh optimal karena gangguan penyakit akibat curah hujan tinggi. Petani terpaksa beralih menanam sayur-sayuran. (Foto: Muhamad Ridlo/KBR)


KBR, Banyumas – Petani cabai di Lereng Selatan Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memilih beralih menanam sayuran, meski harga cabai melambung saat ini sedang tinggi.

Salah seorang petani ladang di Kemutug Kidul, Baturraden, Daryanto mengatakan mereka tidak bisa lagi bertahan menanam cabai karena gagal tanam. Tanaman cabai tidak bisa tumbuh optimal lantaran serangan hama dan penyakit. Warga setempat menyebut 'pethekan'. Selain itu, banyak pula tanaman cabai yang mati.

Daryanto mengatakan ia terpaksa beralih menanam sayuran walaupun cabai sedang mahal. Ia pun memilih tanaman sayuran meski keuntungan menanam sayuran tak sebanding dengan keuntungan menanam cabai. Namun, jika petani memaksa tanam cabai tetap akan rugi.

Baca juga:


Daryanto memperkirakan serangan hama penyakit ini muncul karena intensitas hujan yang tinggi sejak November 2016 lalu. Akibatnya,cabai yang mestinya tumbuh baik di lahan kering selalu terendam air.

Daryanto menyebut hampir seluruh penyakit cabai disebabkan rendaman dan kelembapan yang tinggi. Antara lain, pethekan, daun keriting, serangan ulat dan akar busuk.

"Sekarang sih (masih) menanam sedikit. Cuma hama itu yang tidak bisa diberantas, itu hama pethek. Kalau dulu, pakai abu saja sudah sembuh. Tapi sekarang sudah tidak bisa. Mungkin kita itu keder (bingung). Jadinya kita menanam sayur, buncis, cesin, apa timun," kata daryanto, Kamis (11/1/2017).

Pantauan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Banyumas, harga cabai rawit berkualitas baik masih di kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting merah Rp65 ribu per kilogram dan cabai hijau besar Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga dialami berbagai jenis sayuran, seperti terong, buncis, mentimun dan sawi. Kenaikan harga berkisar antara Rp2000 hingga Rp4000 per kilogram.

Diakui Daryanto, hampir seperti cabai, serangan penyakit pada tanaman sayur juga tinggi, meski tidak sampai menyebabkan kematian tanaman. Itu sebab, pasokannya pun minim sehingga harga tinggi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.