Angka Kemiskinan Bondowoso 14 Persen, Ini PR Bupati Amin

Ia berharap pada saat mengakhiri jabatan sebagai bupati di periode keduanya di 2018 mendatang, Bondowoso mampu keluar dari ketertinggalan.

Selasa, 10 Jan 2017 16:46 WIB

Ilustrasi. (Foto: penanggulangankrisis.kemkes.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bondowoso – Angka kemiskinan di Bondowoso, Jawa Timur masih berada di kisaran 14 persen. Ini menjadi menjadi pekerjaan bagi Bupati Amin Said Husni yang akan mengakhiri tugas sebagai bupati pada 2018 mendatang.

Kepada KBR, Amin Said Husni mengatakan telah menyasar sejumlah sektor unggulan di Bondowoso yang akan menjadi fokus pembangunan di tahun ini.

Ia berharap pada saat mengakhiri jabatan sebagai bupati di periode keduanya di 2018 mendatang, Bondowoso mampu keluar dari ketertinggalan.

"Fokus pembangunan tahun ini adalah pengembangan ekonomi kerakyatan dan tentu akselerasi untuk keluar dari ketertinggalan di 2018 mendatang. Target kami bisa turunkan angka kemiskinan ke angka 13 persen dari posisi saat ini di kisaran 14 persen," kata Amin Said Husni.

Sejumlah sektor yang menjadi target Amin diantaranya sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata. Tiga sektor tersebut merupakan penggerak perekonomian utama di Bondowoso.

"Tentu kita akan kerjasama dengan semua sektor untuk mengembangkan tiga sektor ini, sehingga terasa dampaknya kepada masyarakat," ujarnya.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik Bondowoso, 90 persen lebih lahan di Bondowoso masih dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Apalagi, Kabupaten Bondowoso merupakan kabupaten dengan predikat lumbung pangan nasional karena produksi berasnya yang selalu surplus sepanjang tahun.

Baca: Jepang, Negara Pertama Pengimpor Beras Organik Bondowoso   

Sektor pertanian tengah menjadi sorotan karena pengembangan pertanian organik sejak 2008 lalu. Tahun 2017 ini merupakan awal beras organik asal Bondowoso diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Amerika dan Singapura.

Di sektor perkebunan, kopi rakyat Bondowoso yang mulai dikembangkan sejak 2011 lalu juga tengah berkembang pesat. Pamor kopi Bondowoso sebagai salah satu kopi bercita rasa tinggi, menambah jajaran kopi spesialty yang dimiliki Indonesia.

Dalam setahun, Bondowoso mampu menghasilkan sekitar 2.000 ton biji kopi siap ekspor.

Baca: Tidak Sehat, Koperasi Petani Kopi Bondowoso Terancam Tutup   

Sementara sektor pariwisata juga tengah berbenah. Sejumlah objek wisata di Bondowoso mulai mendapat perhatian Pemkab. Dalam beberapa tahun terakhir juga mulai bermunculan objek wisata alternatif terbaru dari Kabupaten Bondowoso.

Baca: Kemana Larinya Hasil Retribusi Wisata Kawah Wurung di Bondowoso?   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi