Anak Indramanyu Dijual ke Malaysia, BNP2TKI Akui Sulit Tutup Jaringan Calo TKI

BNP2TKI beralasan jaringan calo TKI selalu memiliki modus baru dalam beraksi.

Minggu, 08 Jan 2017 20:30 WIB

Ilustrasi korban perdagangan manusia. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengaku kesulitan menutup total jaringan calo TKI di Indonesia. Menurut juru bicara BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, jaringan calo TKI selalu memiliki modus baru dalam beraksi. Selain itu, mereka juga berafiliasi dengan jaringan negara lain.

Meski begitu, Servulus mengklaim sudah berhasil meminimalisir pertumbuhan calo di berbagai daerah. BNP2TKI, kata dia juga terus menutup jalur-jalur tikus yang selama ini dijadikan penyelundupan orang. Salah satu caranya dengan membentuk  Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) yang berada di beberapa daerah yang menjadi kantong-kantong calon TKI. Seperti di Cirebon, Indramayu, Nunukan, Batam, Tanjung Pinang, dan Singkawang.

"Modus operandi yang sudah ada di catatan kami, dan kepolisian, atau di instansi terkait selalu ada perubahan dari para pihak atau calo untuk melakukan praktik tujuan tertentu, senantiasa tidak mudah kita tembus. Dalam artian ketika kita menutup saluran, timbul saluran baru, yang dilakukan oleh oknum atau modus operandi tadi," ujarnya kepada KBR, Minggu (8/1/2017).

Servulus menyebut calo sudah menjadi seperti profesi. Sehingga tidak mudah menembus jaringan percaloan TKI dan perdagangan orang di Indonesia. Padahal, sosialisasi dan informasi terkait bagaimana menjadi TKI yang aman dan prosedural sudah dilakukan pemerintah. Semisal mengadakan lokakarya dan bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam progam Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

"Lokakarya sudah kita lakukan karena itu kerjasama langsung dengan pemda di kantong-kantong TKI, NTT, Banten, Jabar. Kami juga kerjasama dengan perguruan tinggi, bagaimana menjadi calon TKI yang prosedural, kerjasama KKN dengan mahasiswa," imbuhnya.

Baca: Polisi Buru Pelaku Sindikat Perdagangan Anak ke Malaysia

BNP2TKI juga terus mengimbau masyarakat terutama calon TKI dan keluarganya agar waspada terhadap calo-calo yang mengiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri.

"Calon TKI dan kelaurga TKI harus menjadi garda terdepan untuk melakukan deteksi dini perlindungan diri sendiri. tetapi sayangnya, sepanjang masyarakat itu punya alternatif, hal-hal instan, mereka tahu dari televisi, radio, dan cetak saat ini kan gampang sekali. Kenapa masyarakat masih ada yang memilih cara-cara instans tersebut, operasi modus operandi dari calo," tambahnya.


Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Jokowi Bersedia Temui Keluarga Novel

  • Siang ini Pansus Angket KPK Umumkan Temuan Sementara
  • Warga Ancam Blokir Lalulintas Pabrik Semen Indonesia
  • Lazio Konfirmasi Wesley Hoedt Bakal Gabung Southampton

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR