Geeta, gadis India yang hilang selama 13 tahun dan tinggal di Pakistan. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Geeta, gadis India yang hilang selama 13 tahun dan tinggal di Pakistan. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Seorang perempuan India yang terdampar di Pakistan selama 13 tahun akhirnya pulang.

Geeta ditemukan berkeliaran sendirian di daerah perbatasan yang dijaga ketat militer. Dia lalu dibawa ke sebuah tempat penampungan di Pakistan dan tinggal di sana selama lebih dari 10 tahun.

Pekan lalu perempuan muda itu melakukan perjalanan pulang yang sudah lama dinantinya. Tapi misteri masih menyelimuti kisahnya.

Dalam laporan khusus lintas batas ini Naeem Sahoutara dan Jasvinder Sehgal, mengikuti  perjalanannya dari Karachi ke New Delhi.

Film Bollywood berjudul Bajrangi Bhaijaan bulan Juli lalu menyedot banyak perhatian warga Pakistan.

Film itu berkisah tentang seorang gadis muda bernama Geeta, yang secara tidak sengaja meninggalkan India saat mengikuti acara ziarah keagamaan keluarga Kashmirnya.

Dia bisu dan tuli sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan polisi perbatasan untuk  mengantarnya pulang.

Film itu gencar ditayangkan di bioskop dan tivi kabel.

“Setiap kali film ini diputar di tivi kabel saya menontonnya. Saya sudah menontonnya beberapa kali. Anda tidak akan bosan menonton film ini,” kata Nasreen Patrick.

Ini adalah perawat Nasreen Patrick yang berusia 46 tahun. Dia penggemar film Bollywood sejak kecil. Menurutnya film ini istimewa.

Tapi ketika film itu diputar, tidak ada yang menyangka kalau itu diangkat dari sebuah kisah nyata dan Geeta tinggal tak jauh dari gedung bioskop. 

Tak jauh dari bioskop di Karachi, Geeta karakter asli dalam film itu, sedang berdoa di sebuah rumah penampungan.

Filantropi Bilquees Edhi, kepala rumah penampungan itu, ingat saat Geeta diserahkan ke dalam perawatannya.

“Suatu hari dia ditemukan berkeliaran di perbatasan India - Pakistan di Lahore. Penjaga perbatasan India melihatnya dalam kesusahan dan menyerahkannya pada penjaga perbatasan Pakistan. Mereka berasumsi dia adalah orang Pakistan dan secara tidak sengaja menyebrang ke perbatasan India,” tutur Bilquees.

Karena tidak bisa bicara dan mendengar dan tanpa surat identitas, penjaga perbatasan membawa Geeta ke penampungan. Di tempat ini Geeta tinggal selama 13 tahun.

Awalnya dia didaftarkan dengan nama Fatima karena dia dainggap seorang Muslim. Tapi lima tahun lalu keajaiban terjadi kata Bilquees

“Suatu hari di tivi sedang diputar program India. Geeta duduk bersama saya menonton di ruangan saya. Tiba-tiba dia mengerak-gerakan tangannya dengan penuh semangat dan mengatakan pada saya kalau dia adalah orang India,” kisah Bilquees. 

Setelah itu namanya diganti dengan nama India, Geeta. Dia terus berdoa agar bisa bersatu dengan keluarganya suatu hari. 

Saat film Bajrangi Bhaijaan mulai diputar, kisah Geeta menjadi berita utama.

Wakil komisaris tinggi India di Islamabad pun mengunjungi Geeta dan menerimanya sebagai seorang warga negara India. Bulan ini visanya keluar.

Hubungan antara India dan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir terus memanas dengan beberapa masalah yang belum selesai diantara keduanya dan perbatasan yang dijaga ketat militer.

Pada September lalu, kedua belah pihak menunda pembicaraan diplomatik yang banyak ditunggu untuk menyelesaikan masalah berkepanjangan termasuk diskusi soal Kashmir.

Tapi kisah Geeta telah menjadi simbol hubungan yang kuat antara kedua negara.

Dengan senyum di wajahnya, Geeta sibuk mengemasi barang-barangnya. Dia bersiap-siap untuk berangkat ke New Delhi pagi ini. Di sana koresponden Asia Calling Jasvinder akan mengikuti perjalanan Geeta...

Di bandara Internasional Indira Gandhi ribuan orang menyambut kedatangan Geeta. 

Diantaranya adalah Janardhan Mahato, pria yang mengklaim sebagai ayah Geeta. Dia datang bersama tiga putranya untuk menyambut putrinya yang hilang dan yakin sang putri akan langsung mengenalinya.

“Tuhan itu Maha Besar. Tidak ada yang bisa membuktikan kalau dia bukan putri saya. Begitu melihat saya, dia pasti akan langsung memeluk saya,” ungkap Janardhan.

Janardhan mengklaim kalau Geeta adalah putri tertuanya dan nama aslinya adalah Heera. Dia menjelaskan bagaimana sang putri bisa hilang di perbatasan India-Pakistan.

“Kami menikahkannya dengan seorang anak lelaki asal Kartarpur, Punjab. Dia lalu membawanya ke Desa Maliha. Dua atau tiga bulan kemudian pasangan itu menghadiri acara Baisakhi dan saat itu dia hilang. Bersama delapan kerabat, saya mencarinya selama tiga bulan. Saya pasang iklan di telivisi dan surat kabar tapi semua sia-sia,” tutur Janardhan.

Saat ini pukul setengah 11 siang dan Pesawat Pakistan International Airlines PK 272 yang membawa Geeta dari Karachi baru saja tiba.

Di gerbang keluar dari ruang khusus, masyarakat sangat ingin bertemu putri India yang baru ditemukan.

Dan akhirnya dia muncul. Dengan senyum mengembang Geeta yang memakai tunik merah dan selendang dengan warna senada, menggenggam karangan bunga mawar.

Dari bandara dia langsung dibawa ke Kementerian Luar Negeri India untuk jumpa pers. Dia disambut  Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj.

“Dari lubuk hati terdalam, saya berterima kasih kepada Pemerintah Pakistan. Tanpa penundaan, semua formalitas melengkapi  dokumennya dilakukan dalam waktu singkat. Dan itulah yang membuat Geeta ada di sini. Saya juga ingin berterima kasih kepada LSM yang mengurus Geeta di Pakistan selama bertahun-tahun. Geeta bukan gadis biasa dan kami akan merawatnya.” 

Tapi Sushma mengatakan Geeta tidak akan diserahkan kepada keluaga Mahato, karena Geeta tidak mengenali mereka.

“Hari ini ketika kami mengatur pertemuan Geeta dan keluarga Mahato, Geeta tidak mengenali mereka. Dia mengatakan pasangan itu bukan orangtuanya. Kami telah mengambil contoh darah untuk tes DNA,” kata Sushma.

Sementara hasil DNA sedang diproses, Geeta akan dikirim ke sebuah institusi di Indore, di Madhya Pradesh. Di sana dia akan belajar bahasa isyarat.

Monica Punjabi adalah guru bahasa isyarat di institut Indore. Dia juga hadir di jumpa pers. Memakai bahas isyarat dia bercerita pada Geeta apa yang sedang terjadi.

Geeta, yang bisa memahami beberapa bahasa isyarat dasar menjawab menggunakan isyarat tangan. Dan Monica menterjemahkan ini dalam kata-kata.

“Dia bilang saya sekarang ingin tinggal di India. Saya sangat senang di sini. Saya pastinya harus bekerja tapi saya akan tinggal di sini,” kata Monica. 

Dari Bollywood menuju kehidupan nyata, aktor utama di film Bajranji Bhaijaan mengatakan India harus memastikan Geeta akan baik-baik saja.

“Menurut saya ini kisah luar biasa. Kita harus berusaha keras menemukan orangtua kandungnya. Masa depannya harus lebih baik dari masa lalunya. Kita harus membuatnya yakin hidupnya di sini jauh lebih baik daripada hidupnya di sana. Jika tidak apa gunanya membawa dia kemari?”, kata aktor Salmaan. 

Apa yang terjadi pekan ini di India dan Pakistan memperlihatkan kalau kehidupan nyata bisa lebih luar biasa dari cerita fiksi. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!