Pacuan kuda di Hong Kong. (Foto: Hong Kong Jockey Club)

Pacuan kuda di Hong Kong. (Foto: Hong Kong Jockey Club)

Ini adalah suasana malam hari di arena pacuan Happy Valley di pusat kota Hong Kong. Para penonton menyoraki joki tuan rumah yang jadi juara, Joao Morreira. Tony Ho malam ini memasang taruhan untuk Moreirra dan dia menang.

“Anda bisa menilai kuda itu dari kulit, bulu, dan kondisinya. Ini terkait perasaan dan butuh waktu untuk mengembangkannya. Tapi saya sudah mempelajari kuda selama lima tahun dan saya mulai mendapatkan perasaan itu. Dua tahun terakhir ini saya sering menang taruhan,” ungkap Tony Ho.

Ada sekitar 25 ribu warga yang hadir malam ini. Tony Ho menjelaskan alasan mengapa pacuan kuda sangat populer di Hong Kong.

“Pacuan kuda ini sangat menarik. Ini cara untuk berjudi. Berbeda dari taruhan sepak bola, pacuan kuda satu-satu perjudian yang legal di Hong Kong.”

Kunci di balik keberhasilan industri pacuan kuda di Hong Kong adalah antusiasme penjudi yang bersedia mengeluarkan banyak uang dalam setiap pacuan.

Pat Cumming adalah juru bicara Klub Joki Hong Kong (HKJC) yang mengelola arena dan kegiatan pacuan kuda. 

“Jumlah taruhan dan pemasang taruhan di Hong Kong paling banyak di dunia. Rata-rata penonton setiap pacuan berjumlah 25 ribu orang dan jumlah taruhannya mencapai 200 triliyun rupiah per musim pada akhir musim lalu. Sementara di Amerika Serikat ada 40 ribu penonton per tahun dan mereka menangani 160 triliyun rupiah,” kata Pat Cumming.

Keberhasilan Hong Kong juga didukung dengan peraturan yang ketat terhadap obat-obatan, serta manajemen pacuan yang adil dan transparan.

Sementara di negara-negara Asia lain, pacuan kuda kerap dihiasi skandal. 

“Mereka mengelola dana dengan baik. Mereka membangun arena pacuan yang bagus, membuat pacuan yang seimbang, dan punya kuda balap yang bagus. Pengujian obat dilakukan secara ketat, para petugas memastikan pacuan berlangsung adil, dan mereka membangun kepercayaan para penjudi agar mau bertaruh,” kata Michael Cox yang meliput pacuan ini untuk koran lokal.

Uang taruhan yang didapat di pacuan kuda di Hong Kong termasuk yang tertinggi di dunia.

Tahun lalu Klub Joki Hong Kong membayarkan hampir 6 triliyun rupiah kepada para pemilik kuda pacuan yang jadi juara.

Pacuan papan atas menawarkan hadiah uang milyaran rupiah dan itu, kata Cox, memastikan Hong Kong punya beberapa kuda terbaik di dunia.

“Ini taruhan terbaik di dunia. Ini membuat para pemilik yakin untuk berinvestasi. Mereka tahu jika membeli hewan yang layak, mereka akan untung. Tapi faktor terbesar adalah integritas. Hadiah yang lebih tinggi memastikan pacuan yang kompetitif.”

Selain itu, penjudi dari luar negeri bisa memasang taruhan di pacuan kuda Hong Kong.

Termasuk penjudi dari Tiongkok. Di sana, memasang taruran di arena pacuan melanggar hukum.

Pat Cumming dari Klub Joki Hong Kong mengaku mereka berhubungan dengan para petugas dan penjudi dari daratan utama.

“Kami punya program pemasaran untuk membawa pengunjung  dari daratan utama ke Hong Kong. Hubungan HKJC dan daratan utama makin dekat. Kami sedang membangun pusat pelatihan Chungfa dekat Guangzhou, yang akan dibuka pada 2018. Pada 9 September lalu kami mengumumkan kemitraan dengan Asosiasi Berkuda Tiongkok. HKJC akan melatih joki dan petugas pacuan dan mengenalkan aturan pengujian obat untuk pacuan,” jelas Pat Cummings.

Helen Peng berasal dari daratan utama. Dia baru saja menemukan sensasi bertaruh di pacuan kuda. Akuntan itu memasang taruhan pertamanya pada pacuan yang baru saja berlangsung. 

Meski kudanya berada di posisi kedua, dia bersemangat untuk kembali memasang taruhan.

“Saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya memilih secara acak. Saya memasang taruhan untuk kuda nomor 4 tapi dia hanya berada di posisi kedua. Saya akan melihat-lihat dulu, baru pasang taruhan lagi,” aku Helen Peng.

Dengan besarnya uang tunai yang beredar, Hong Kong mungkin memenangkan perlombaan menjadi raksasa keuangan pacuan kuda dunia. Dan itu merupakan taruhan yang adil.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!