Bekas Gubernur Palawan, Joel Reyes, dalam jumpa pers di dalam penjara pasca ditangkap atas tuduhan m

Bekas Gubernur Palawan, Joel Reyes, dalam jumpa pers di dalam penjara pasca ditangkap atas tuduhan menjadi dalang pembunuhan jurnalis dan aktivis lingkungan, Gerardo Ortega, pada 2011. (Foto: Ariel Carlos)

Empat tahun setelah aktivis radio dan lingkungan ternama Filipina dibunuh, dua tersangka pelaku akhirnya ditangkap.

Bekas Gubernur Palawan, Joel Reyes dan saudaranya Mario Reyes, lari ke luar negeri setelah mereka diduga terlibat dalam pembunuhan Gerardo Ortega.

Joel dan Mario Reyes tiba di Palawan, di borgol, dan dikawal polisi. Joel Reyes adalah bekas Gubernur Palawan dan Mario Reyes bekas walikota Kota Coron.

Keduanya menjadi tersangka kasus pembunuhan jurnalis dan aktivis lingkungan, Gerardo Ortega. Tapi tuduhan ini ditampik Joel. 

“Alasan kami pulang karena kami ingin minta pengadilan segera memutuskan kasus ini, sehingga kita bisa mengakhiri cerita ini. Sehingga kami dan Keluarga Ortega bisa mendapat keadilan,” tampik Joel Reyes. 

Ortega bersikap kritis pada Gubernur Joel Reyes. Dia menuduh Reyes mengantongi jutaan peso dari proyek gas alam dan mendukung kegiatan pertambangan di Palawan.

Setelah Ortega dibunuh pada 2011, Reyes bersaudara meninggalkan negara itu. Keduanya menjadi buronan dan pemerintah menawarkan hadiah lebih dari 700 juta rupiah untuk masing-masing pelaku, bagi yang bisa menangkap mereka.

Reyes mengaku sudah lama ingin kembali ke Filipina tapi pemerintah membatalkan paspor mereka. 

“Saya tidak ingin pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Masyarakat Palawan mencintai saya dan mereka tahu, saya tidak akan melakukan apa yang dituduhkan pada saya. Kami akan buktikan itu di pengadilan,” tambah Joel Reyes.

Reyes mengklaim mereka melarikan diri bukan karena bersalah tapi takut akan keselamatan mereka. Dia mengatakan tuduhan itu bersifat politis dan mereka dijebak. 

Tapi keluarga Ortega percaya sebaliknya dan mengklaim semua bukti memberatkan Reyes bersaudara.

Patty Ortega adalah janda korban. “Kami tidak akan berhenti berjuang. Menurut saya sistem peradilan kita cukup adil untuk memproses ini di pengadilan. Itu harapan dan doa saya.”

Reyes bersaudara menghadapi tuduhan pembunuhan. Kementerian Kehakiman mengatakan tidak ada perlakuan istimewa terhadap pelaku meski sebelumnya adalah pejabat.

Tapi Patty Ortega khawatir kasus ini mungkin bisa dihentikan karena masalah teknis.

“Kami harus memperjuangkan ini. Sejak awal, hanya kaki tangannya yang dihukum, bukan dalangnya. Kami harus berjuang demi keadilan dan kami tidak ingin budaya impunitas terus berlangsung.”

Impunitas menjadi latar belakang dari hampir semua kasus pembunuhan media di Filipina.

Para aktivis mengatakan pembunuhan jurnalis terus berlangsung karena kurangnya kemauan politik pemerintah untuk menyelidikinya.

Redempto Anda, anggota Persatuan Jurnalis Nasional Filipina, mengatakan kasus ini harus berlanjut.

“Kasus ini sudah berlangsung begitu lama. Ada banyak intervensi masalah hukum yang menghambat kemajuan kasus ini. Saat ini masalahnya masih tahap awal karena pengacara Gubernur Reyes tidak menghadirkan bukti. Mereka ingin menghindari sidang. Dan itu sudah berlangsung selama lebih dari tiga tahun,” kata Redempto Anda.

Anda mengatakan kemungkinan pelaku divonis bersalah sangat besar, karena orang-orang bersenjata dan pelaku lain yang terlibat dalam perencanaan pembunuhan itu mengaku direkrut Reyes bersaudara.

Tapi pengacara Reyes bersaudara mengatakan kliennya diftnah.

“Masalah paling mendesak adalah kesan negatif yang timbul dari peristiwa beberapa tahun lalu itu. Karena masyarakat berpikir orang yang jadi tersangka pasti bersalah. Padahal ada asas praduga tidak bersalah sampai terbukti bersalah. Tapi warga akan memandang Reyes bersaudara bersalah karena publisitas negatif itu,” kata Demy Custodio.

Ada juga spekulasi soal waktu penangkapan, yaitu sebelum pemilu tahun depan.

Beberapa orang berspekulasi kalau Reyes bersaudara bahkan bisa ikut pemilu jika mereka dibersihkan dari semua tuduhan.

Tapi untuk saat ini, pemerintah sudah menginstruksikan jaksa untuk memastikan kedua pelaku ditahan selama persidangan.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!