Poster kampanye politisi Filipina yang maju pada Pemilu tahun depan. (Foto: Jofelle Tesorio)

Poster kampanye politisi Filipina yang maju pada Pemilu tahun depan. (Foto: Jofelle Tesorio)

Masa kampanye pemilu 2016 di Filipina telah dimulai. Tapi tidak semua orang yakin pemilu ini bakal memulihkan pemerintahan.

Senator Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos, Jr, putra bekas diktator Filipina, ikut maju menjadi wakil presiden. Sementara petinju Manny Pacquiao mencoba peruntungannya di senat.

Para analis mengatakan negara itu sedang berupaya keluar dari budaya dinasti dan tokoh politik.

Koresponden Asia Calling KBR, Jofelle Tesorio dan Ariel Carlos, menyusun kisahnya dari Manila dan Palawan.


Senator Ferdinand Marcos Jr. atau yang dikenal masyarakat dengan ‘Bongbong’ baru saja mendeklarasikan niatnya untuk maju menjadi wakil presiden. Dia ingin melanjutkan warisan ayahnya.

Dia putra satu-satunya Ferdinand Marcos yang memerintah selama 20 tahun di Filipina sampai digulingkan tahun 1986 oleh revolusi Kekuatan Rakyat.

Ironisnya Bongbong juga berharap bisa memimpin revolusi lainnya.

“Dengan bantuan Anda dan negara ini, saya akan memimpin revolusi di dalam hati, pikiran dan tindakan, menuju perubahan yang berarti. Saya akan mengembalikan rasa hormat dunia

kepada Filipina,” kata Bongbong Marcos.

Ferdinand Marcos senior adalah penguasa diktator yang memberlakukan UU darurat militer untuk menekan oposisi dan memperpanjang masa jabatannya.

Istrinya Imelda Marcos, yang menjadi simbol kemewahan, dikenal punya koleksi sepatu yang berharga.

Jumlah kekayaan keluarga Marcos mencapai 135 triliyun rupiah termasuk lukisan, perhiasan, real estate dan rekening bank di luar negeri.

Tapi Bongbong menolak tuduhan kalau keluarganya korup. Ia malah menggunakan kata ini untuk menggambarkan pemerintah saat ini.

“Kemana mengalirnya dana pemerintah? Kemana mengalirnya pajak? Suap dan korupsi terjadi besar-besaran di dalam dan luar pemerintahan. Jadi tidak mengherankan kalau ada orang pemerintahan yang minta suap,” ungkap Bongbong Marcos.

Meski dituduh korupsi, tidak satu pun keluarga Marcos dijebloskan ke penjara. Mereka malah menduduki jabatan publik. Imelda saat ini adalah anggota kongres sementara saudara perempuan Bongbong adalah seorang gubernur.

Pengamat politik Bimbo Fernandez mengatakan ada kemungkinan Bongbong memenangkan kursi wakil presiden dalam pemilu Mei mendatang.

“Mengapa Bongbong? Dia seorang Marcos. Jika Anda menyebut Marcos, kita akan ingat masa kelam ayahnya. Tapi Bongbong bukan ayahnya dan dia dari waktu ke waktu telah membuktikan bisa menyuarakan idenya,” jelas Bimbo Fernandez.

Sejarawan dan pensiunan dosen di Universitas Filipina, Oscar Evangelista, mengatakan majunya keluarga Marcos menjadi wakil presiden atau presiden tidak bisa dihindari.

“Orientasi keluarga masih kuat. Ibunya Imelda bahkan frustasi anaknya tidak maju menjadi calon presiden. Ini akan kembali ke pola lama yakni dinasti keluarga dan kesetiaan keluarga,” kata Oscar Evangelista.

Kandidat lainnya juga berasal dari keluarga politisi. Calon presiden Mar Roxas berasal dari keluarga yang sangat kaya dan anak bekas presiden Filipina.

Kandidat oposisi Jejomar Binay saat ini menjabat sebagai wakil presiden. Dia bersama putranya sedang menghadapi tuduhan korupsi atas proyek pembangunan yang didanai pemerintah.

“Menurut saya ini buruk bagi negara. Jika Anda berbicara tentang orang-orang yang berasal dari keluarga yang sama dengan orang yang menjalankan pemerintahanan, itu seperti sebuah bisnis yang ingin Anda wariskan kepada keluarga Anda. Dan ini akan membuat kita tidak bisa mencapai pemerintahan yang dinamis,” kata aktivis sosial dan pengacara Gerthie Anda.

Tapi tidak semua yang maju di pemilu kali ini berasal dari elit politik. Tokoh bisnis pertunjukan Grace Poe memimpin jajak pendapat pemilihan presiden. Dan petinju terkenal

Manny Pacquiao juga maju untuk merebut kursi senat. Pacquiao saat ini adalah anggota kongres dari Provinsi Saranggani. Kritikus mengatakan dia terpilih hanya karena sukses sebagai petinju. Dia bahkan kerap absen dari kongres.

“Jika kita berbicara soal UU, apakah ada UU untuk membantu negara kita keluar dari kemiskinan yang belum disahkan? Meski saya tidak terlalu sering muncul di kongres, saya ada di daerah dan melakukan banyak hal,” kata Manny Pacquiao.

Pacquiao dibesarkan dalam kemiskinan tapi sebagai juara tinju dunia dia kini menjadi multijutawan.

Bila sang petinju berharap bisa meraih dukungan, aktivis seperti Gerthie Anda mengatakan dinasti dan tokoh politik menghadang jalan para pemimpin muda yang punya kemampuan.

“Menurut saya orang muda di sini punya kesempatan. Tapi mereka tidak mau mencalonkan diri untuk jabatan publik karena tidak melihat ada kesempatan. Mereka melihat korupsi, pendukung politik, politik tradisional dan nilai-nilai buruk yang mengintai. Jika kita bisa menyediakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk melakukan itu, saya pikir kita mampu,” kata Gerthie Anda.

Analis mengatakan ini saatnya muncul wajah baru. Tapi selama dinasti politik memerintah, wajah lama akan mendominasi wajah baru.
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!