Pertandingan  olahraga di Kabul, Afghanistan. (Foto: Shadi Khan Saif)

Pertandingan olahraga di Kabul, Afghanistan. (Foto: Shadi Khan Saif)

Selama ini gambaran tentang Afghanistan yang ada di pikiran banyak orang adalah sebuah negara yang terus dilanda perang. 

Tapi bulan lalu, negara itu menunjukkan pada dunia, wajahnya yang lebih menjanjikan dan bersemangat.

Ibukota Kabul belum lama ini menjadi tuan rumah pertandingan olahraga yang menarik ribuan penonton dan memikat banyak penonton televisi di seluruh negeri.

Koresponden Asia Calling KBR, Shadi Khan Saif, menyusun ceritanya untuk Anda.

Ribuan penonton di tribun bersorak-sorai saat salah satu tim sepak bola berhasi menggolkan bola ke gawang lawan.

Pertandingan sepak bola ini berlangsung di Kabul dan para pemain yang bertanding mengenakan seragam warna-warni. 

Pada 25 Agustus lalu, Stadion Federasi Sepak Bola Afghanistan di Kabul menjadi saksi dimulainya  Liga Premier Afghanistan musim ini.

Ada delapan tim, mewakili zona berbeda di negara itu, yang akan berlaga memperebutkan gelar juara.

Afghanistan sudah puluhan tahun dilanda perang dan kehancuran. Kini dalam keadaan yang relatif damai, negara ini mencoba membangun kembali beberapa fasilitas olahraga dan mendorong kaum muda untuk memoles dan membuktikan keberanian mereka. 

Dan bagi pecinta olahraga, ini merupakan selingan sehat dan menyenangkan dari kerasnya realitas hidup sehari-hari di Afghanistan.

Popularitas sepak bola terus meningkat di Afghanistan.

Ada banyak penggemar berat bintang-bintang sepak bola dunia seperti Christiano Ronaldo, Lionel Messi dan lainnya.

Dan para pencinta bola ini ingin Afghanistan punya liga sendiri.

Di antara mereka yang berbondong-bondong datang untuk menonton langsung pertandingan ini adalah Murad Ali. Dia suka bermain sepak bola di jalanan Kabul.

“Kami bermain sepak bola di dekat rumah. Kami memiliki beberapa lapangan berpasir meski itu sangat tidak standar. Saya ingin pemerintah lebih memperhatikan olahraga dan menyediakan lapangan yang bagus,” pinta Ali.

Penonton dari seluruh negeri datang ke Kabul untuk menonton pertandingan ini.

Mohammad Salim harus menempuh perjalanan berjam-jam dari Provinsi Paktia.

“Saya pribadi penggemar kriket tapi kami menyukai olahraga. Itu sebabnya kami datang kemari untuk menonton pertandingan sepak bola. Ini adalah pertandingan yang indah dan kami berharap situasi Afghanistan terus damai dan pemain dari seluruh dunia bisa datang dan bermain di sini,” kata Salim.


Selain cinta lama terhadap sepak bola, olahraga kriket juga mendapat perhatian di negara ini. Terutama setelah keberhasilan tim nasional kriket Afghanistan, yang saat ini merupakan satu dari 10 tim kriket terbaik dunia.

Beberapa pekan sebelum Liga Sepak Bola Afghanistan dimulai, Liga Kriket 'T20 Shpageeza’ juga dimulai.

Kompetisi tahun 2016 ini adalah perhelatan yang keempat. Liga kriket kali ini bahkan diramaikan 10 pemain asing dari Pakistan dan Zimbabwe yang ikut bertanding.

Enam klub kriket terkemuka Afghanistan ambil bagian dalam turnamen itu.

Keramahan dan kecintaan warga Afghanistan akan olahraga dirasakan bintang kriket nasional Zimbabwe, Sikandar Raza, yang ikut bermain di "Shpageeza".

“Saya tidak menyangka kalau para penggemar di sini sangat hebat dan senang melihat saya. Mereka sangat mencintai para pemain kriket, tidak hanya pemain lokal tapi juga pemain dari luar dan tentu saja mereka sangat mencintai kriket. Dan tampil pertama kali di Kabul dihadapan belasan ribu orang adalah pengalaman yang luar biasa,” uangkap Raza.

Mohammad Ibrahim Momand, komentator olahraga terkemuka di negara itu, memandu jalannya pertandingan kriket ini.

Momand yakin kalau kaum muda Afghanistan punya komitmen untuk menciptakan perubahan positif di negara ini.

“Kaum muda kini menyadari kalau mereka bisa membahagiakan rakyat, mengibarkan bendera nasional di seluruh dunia dan mengangkat citra negara yang dilanda perang ini. Para pemain kriket dan sepak bola sejauh ini berhasil mencapai tujuan itu,” kata Momand.

Dalam pikiran Momand, tidak ada cara yang lebih baik untuk memberikan anak-anak ini harapan selain melalui pertandingan olahraga yang luar biasa.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!