Bunda Teresa dari Kalkuta resmi menjadi Santa. (Foto: Bismillah Geelani)

Bunda Teresa dari Kalkuta resmi menjadi Santa. (Foto: Bismillah Geelani)

Bunda Teresa dinyatakan sebagai Santa oleh Gereja Katolik Roma awal bulan ini. 

Dia dikenal sebagai pemenang hadiah Nobel Perdamaian dan biarawati yang menghabiskan hidupnya melayani orang miskin dan sakit di India 

Penobatan sebagai orang suci ini terjadi setelah 19 tahun kematiannya dan dirayakan secara luas.

Koresponden Asia Calling, Bismillah Geelani, menceritakan bagaimana kabar ini diterima warga India.

Di Katedral Hati Kudus New Delhi, misa khusus diadakan untuk menandai kanonisasi Bunda Teresa menjadi santa atau orang suci.

Gereja disesaki umat dan para pengagum Bunda Teresa hadir untuk memberikan penghormatan.

Pastor Savari Muthu Sankar, juru bicara Keuskupan Agung Delhi mengatakan ini adalah momen khusus bagi mereka sebagai umat Kristen sekaligus orang India.

“Bagi kami sebagai orang Kristen, orang Katolik, Bunda Teresa mendapatkan penghormatan tertinggi yang bisa diberikan gereja. Sementara sebagai warga India, dia adalah duta bagi kami,” kata Pastor Sankar.

“Dia adalah perwujudan dari cinta dan harapan bagi jutaan orang, terutama yang termiskin dari yang miskin dan melarat. Karenanya ini adalah momen sukacita yang luar biasa dan kebanggaan bagi setiap warga negara.”

Kota Vatikan, tempat upacara kanonisasi dilakukan, dipadati puluhan ribu orang.

Ratusan orang India, termasuk delegasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, juga turut hadir saat Paus Fransiskus resmi menyatakan Bunda Teresa sebagai santa.

Bunda Teresa yang juga dikenal sebagai ‘orang suci dari selokan’, berasal dari Albania.

Dia menjadi biarawati di akhir remajanya dan dikirim ke India untuk mengajar di sebuah sekolah berasrama di Bengal Barat.

Satu setengah dekade kemudian dia menemukan kalau mengajar di sekolah bukanlah  panggilannya yang sebenarnya.

“Dia pergi retret untuk berdoa dan dia mendapat panggilan untuk pergi dan bekerja untuk orang miskin. Dia mendapat panggilan pertama saat berada di kereta menuju ke Darjeeling . Dan dia pun mengikuti panggilan itu,” kisah Sunita Kumar, salah satu teman dekat Bunda Teresa.

Dan begitulah ide Misionaris Cinta Kasih - konggregasi biarawati Katolik yang didirikan Bunda Teresa - lahir.

“Hal pertama yang dia lakukan adalah pergi ke perkampungan kumuh di samping sekolah. Di sana dia melihat seorang pria yang sakit keras dan seorang pria terbaring di jalanan. Bunda Teresa lalu membawanya. Orang-orang di kawasan kumuh itu menawarinya ruangan sempit untuk merawat kedua pria itu. Dari situlah karyanya berawal,” lanjut Kumar.

Misionaris Cinta Kasih saat ini berkarya di lebih dari 130 negara, menyediakan tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan dan gizi kepada orang miskin, anak yatim, dan orang tua, serta penyandang cacat dan orang sakit.

Di salah satu panti asuhan yang dikelola konggregasi itu, Jyoti yang berusia 35 tahun menemukan rumah baru. Dia ditinggalkan orangtuanya saat baru lahir.

“Kami tidak butuh keajaiban agar Bunda Teresa menjadi orang suci. Dia selalu suci bagi kami. Saya mengenalnya 30 tahun dan dia adalah santa bagi saya, orang yang telah mengubah hidup saya. Dia menjadi mentor dan selalu mendampingi saya,” ungkap Jyoti.

Tapi Vatikan mensyaratkan setidaknya ada dua mukjizat sebelum menobatkan Bunda Teresa sebagai santa.

Dan yang pertama datang setahun setelah kematiannya tahun 1997, ketika Monica Besra seorang perempuan dari Kolkata mengklaim Bunda Teresa menyembuhkan tumornya.

Besra mengatakan dokter telah menyatakan dia tidak bisa disembuhkan. Lalu dia mulai berdoa di depan foto Bunda Teresa. Suatu hari cahaya muncul dari foto itu dan masuk dalam tubuhnya. Keesokan harinya tumornya hilang.

Pernyataan serupa juga disampaikan seorang pasien lain di Brasil yang dinyatakan sebagai keajaiban kedua.

Meski banyak yang mempertanyakan klaim mukjizat ini, karya Bunda Teresa sebagai pekerja sosial telah diakui secara luas baik di dalam maupun luar negeri.

Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato bulanannya memuji Bunda Teresa.

“Bunda Teresa mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang miskin di India. Dia melakukan apa saja untuk membantu orang miskin dan yang membutuhkan. Hari ini ketika dia dihormati sebagai orang suci, setiap orang India seharusnya bangga.”

Tapi sikap ini tidak serta merta diikuti oleh banyak orang di partai Perdana Menteri sendiri dan di antara kelompok-kelompok nasionalis Hindu. 

Mereka menuduh Bunda Teresa menggunakan karya sosialnya sebagai sarana untuk mengkristenkan umat Hindu.

Meenakshi Lekhi adalah juru bicara Partai Bharatya Janata (BJP) yang berkuasa.

“Jika seseorang dari misionaris itu maju dan mengatakan kalau ‘kami hanya melakukan pelayanan sosial dan tidak mengkristenkan orang lain’, saya akan paham. Tapi Bunda Teresa sendiri selama wawancara mengatakan ‘saya bukan pekerja sosial. Saya bekerja melayani Yesus dan tugas saya untuk menyebarkan firman-Nya dan menjadikan mereka pengikut-Nya,” kata Lekhi.

Umat Kristen menyuarakan kemarahan mendalam atas pernyataan ini dan meminta Perdana Menteri untuk menyelidiki hal ini dan menindak orang-orang yang terlibat.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!