Sebagian besar negara bagian India melarang daging sapi, tapi Muslim Kashmir secara terbuka menentan

Sebagian besar negara bagian India melarang daging sapi, tapi Muslim Kashmir secara terbuka menentang larangan itu. (Foto: Bismillah Geelani)

Kota Pulwama di Kashmir selatan berubah menjadi medan perang...Pengunjuk rasa Muslim Kashmir melempar batu ke arah polisi yang membalas dengan peluru dan gas air mata.

Pemimpin separatis Kashmir berdiri di barisan depan.

“Mereka bilang tidak akan membiarkan kami makan daging sapi. Tapi kami akan memakannya karena diperbolehkan dalam hukum Allah yang dibawa kepada kami oleh Nabi kami tercinta. Jika perintah pengadilan kalian bertentangan dengan hukum Allah, kami tidak akan menerimanya. Pengadilan, partai, atau kelompok nasionalis Hindu tidak bisa memaksa kami untuk melakukannya.”

Di ibukota Srinagar, para aktivis dari kelompok perempuan menyembelih seekor sapi di depan umum. 

“Kami ingin mengingatkan India kalau Kashmir bukan bagian dari India. Jadi hukum India tidak berlaku di sini. India telah menduduki tanah ini dengan militer dan kami telah berjuang melawan pendudukan ilegal ini selama enam dekade terakhir. Jadi larangan India meyembelih sapi tidak berarti buat kita. Tidak ada kekuatan di bumi yang bisa menghentikan kami mengikuti agama kami,” tegas Asia Adriabi, ketua kelompok itu.

Protes berkembang setelah Pengadilan Tinggi Jammu dan Kashmir memerintahkan pelaksanaan larangan penyembelihan sapi.

Larangan itu pertama kali diperkenalkan tahun 1930-an ketika Kashmir diperintah oleh seorang raja Hindu. Tapi aturan itu diabaikan penduduk Kashmir yang mayoritas Muslim.

Penyembelihan sapi sudah dilarang di sebagian besar negara bagian India. Tapi awal tahun ini BJP juga memperkenalkan larangan menyembelih kerbau karena dianggap binatang suci dalam keyakinan Hindu.

Seorang pengacara yang punya hubungan dengan Partai Nasionalis Hindu BJP mengajukan permohonan untuk menegakkan kembali larangan itu.

“Undang-undang ini muncul sebelum 1947 dan berlaku hingga saat ini. Pengadilan hanya mengatakan karena UU-nya sudah ada maka pelaksanaannya harus lebih ketat,” kata Ketua BJP, Arun Gupta.

Kashmir adalah wilayah sengketa antara India dan Pakistan.

Banyak yang yakin kontroversi semacam ini akan memperkuat gerakan separatis yang sudah berlangsung selama ini.

Menanggapi reaksi masyarakat, partai oposisi di Kashmir memutuskan untuk mengusulkan pembatalan larangan penyembelihan daging sapi itu.

Umar Abdullah adalah bekas gubernur dan pemimpin oposisi di Majelis Kashmir.

“Menurut Islam, makan babi itu tidak boleh. Maka apakah Anda akan melarang penyembelihan babi untuk menyenangkan Muslim? Atau Anda akan memaksakan Ramadhan pada orang-orang yang tidak berpuasa? Komunitas Muslim merasa terluka dengan aturan ini. Maka orang yang tidak makan daging sapi harus melihat dari sudut pandang yang berbeda.”

Umat Islam dunia merayakan Idul Adha pekan ini. Karena itu para ulama di sana menghimbau orang-orang untuk mengorbankan lebih banyak sapi ketimbang hewan lain sebagai bentuk protes.

Bashiruddin adalah ulama besar Kashmir.

“Kashmir adalah negara bagian dengan penduduk mayoritas Muslim dan sebagai Muslim, kami terikat aturan Islam. Korban adalah kewajiban agama dan tidak ada yang bisa mendikte kami apa saja yang boleh dikurbankan. Semua binatang boleh dikorbankan. Karena itu kami menolak keras larangan ini. Kami tidak akan mentolerir campur tangan dalam urusan agama kami,” kata Bashiruddin.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!