Kabali berhasil meraup lebih dari 170 milyar rupiah dalam tiga hari sejak dirilis di India. (Foto: J

Kabali berhasil meraup lebih dari 170 milyar rupiah dalam tiga hari sejak dirilis di India. (Foto: Jasvinder Sehgal) 

Kabali berhasil meraup lebih dari 170 milyar rupiah dalam tiga hari sejak dirilis di India belum lama ini. Film itu diperankan aktor India dengan bayaran tertinggi di Asia, Rajanikanth.

Drama aksi gangster ini sudah dirilis dalam lima bahasa di ribuan bioskop di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Malaysia dan Jepang.

Di India, ratusan ribu penggemar berbondong-bondong ke bioskop untuk menontonnya. Kita simak laporannya yang disusun Jasvinder Sehgal berikut ini.

Di Bioskop Balaji di selatan kota Bangalore, para penggemar aktor Rajanikanth bergembira dan merayakan hari pertama pemutaran filmnya yang berjudul Kabali.

Di antaranya ada Rajendran Mahadevan yang berusia 42 tahun.

Sebagai bagian dari ritual Hindu, dia menyiramkan susu ke poster idolanya itu dan menutupinya dengan bunga. Ini melambangkan harapan film itu akan sukses besar.

”Ini seperti merayakan sebuah festival seperti Navratra, Divali dan Ganapati. Faktanya kami lebih senang di hari ini ketimbang saat festival,” ungkap Rajendran.

Dalam film yang berlatar belakang di Malaysia ini, Rajanikanth bermain sebagai Kabaleeswaran. Dia adalah seorang bekas ketua serikat buruh yang menjadi gangster, yang membela para pekerja dari India Selatan yang tertindas di negeri orang.

Rajendran mengaku menyukai karisma dan gaya aktor favoritnya itu dan dengan mudah mengingat beberapa kalimat film favoritnya.

“Kami suka film-filmnya. Meski usianya sudah 66 tahun, tapi gayanya tetap unik. Saya suka dialog-dialognya.”

Di bisokop, banyak juga yang memangkas rambut mereka dan membagikan manisan sebagai bentuk ungkapan semoga keberuntungan menyertai pemutaran film ini.

Dalam sejarah perfilman India, ini kali pertama penayangan perdana sebuah film dilakukan jam 3 pagi.

Saat film mulai, para penonton melompat dari kursi dan mulai menari di lorong saat pahlawan kesayangan mereka muncul.

Banyak penonton yang datang dari luar kota. Salah satunya Lokayan Sahni yang datang dari Mumbai yang berjarak 900 kilometer. Dia bahkan tidak mengerti bahasa Tamil, bahasa asli film ini.

“Saya tidak begitu paham bahasa India Selatan. Tapi sangat layak menonton akting Rajanikanth. Dia tidak hanya seorang aktor tapi juga superstar dan Dewa bagi banyak orang. Cara dia berjalan, berbicara dan dan berakting. Orang yang bercita-cita jadi aktor seperti saya bisa belajar banyak dari dia,” kata Lokayan.

Lokayan mengatakan kegembiraan dan hiruk pikuk seputar film ini tidak hanya terjadi di bioskop.

“Rajani seperti Dewa bagi banyak orang. Saya melihat banyak orang  memakai kaos yang ada fotonya. Dan banyak yang menumbuhkan jenggot abu-abu seperti miliknya. Bahkan mobil-mobil angkot ditempeli fotonya.”

Banyak perusahaan swasta yang memberi libur pada para pekerjanya untuk menonton tayangan perdana film itu. Dan beberapa orangtua tidak mengantar anaknya ke selokah agar bisa menikmati kemeriahan ini. 

Kantor Pos dan telegram India bahkan menerbitkan perangko khusus untuk menandai dirilisnya film ini.

Tapi beberapa orang mengatakan kemeriahan ini tidak akan berlangsung lama.

Rekha Shrama adalah kritikus film asal Mumbai.

“Sensasi film ini direncanakan dan merupakan teknik pemasaran. Di India merupakan hal biasa mengidolakan seorang aktor film. Popularitas Rajanikanth ini pasti sangat besar terutama di India selatan dan pemutaran perdana film ini juga memecahkan rekor. Tapi ini tidak akan berlangsung lama,” tutur Rekha.

Industri film India adalah yang terbesar di dunia dimana bisa memproduksi lebih dari 1600 film baru dalam 20 bahasa lokal setiap tahunnya.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!