Program Asia Calling Tanggal 18 Juni 2016

Kita akan mendengarkan kisah seorang penyintas penyerangan brutal yang berhasil sembuh berkat musik.

Senin, 20 Jun 2016 10:41 WIB

Australia dalam banyak hal adalah negara yang sangat liberal dan multikultural.

Tapi ternyata ada rasisme tersembunyi yang kadang-kadang terwujud dalam cara yang benar-benar tidak manusiawi.

Di Asia Calling KBR pekan ini, kita akan mendengarkan kisah seorang penyintas penyerangan brutal yang berhasil sembuh berkat musik.

Kita juga akan bertemu para perempuang Burma yang berjuang melawan kekerasan seksual dan mendengarkan pendapat pengacara Bali 9 soal rencana hukuman mati di Indonesia.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.