Mike Helfman dengan pizza berukuran besar. (Foto: David Grunebaum)

Mike Helfman dengan pizza berukuran besar. (Foto: David Grunebaum)

Seorang pria asal New York memberi sentuhan kampung halamannya dalam pizza Malaysia. Tapi di negara di mana selera warganya lebih terbiasa dengan nasi lemak dan cabai, resep pizza pun harus disesuaikan.

Koresponden Asia Calling KBR, Dave Grunebaum, menyusun kisahnya dari ibu kota Kuala Lumpur.

Di kawasan kelas atas di Kuala Lumpur ini banyak berdiri café-café.

Diapit oleh restoran Jepang dan sport bar, ada sebuah restoran dengan aroma saus tomat, keju dan adonan tengah dipanggang, menyeruak.

Tempat itu namanya Mikey’s Original New York Pizza. Di dalamnya, terdengar adonan keluar masuk oven.

Tema kota New York, mendominasi restoran ini. Mulai dari pizza tradisional ukuran 18 inci dengan lapisan cukup tebal, dinding bata merah yang dihiasi poster pertunjukan Broadway, dan foto-foto Jembatan Brooklyn, Empire State Building serta Manhattan Skyline.

Jika pengunjung ingin memesan, mereka tak perlu menyebut angka. Cukup mengucapkan nama jalan di kota New York, semisal Canal, Houston dan Avenue A.

“Idenya supaya ini menjadi bagian dari New York,” kata Mike Helfman yang berasal dari New York dan pendiri restoran ini.

“Saya ingin membawa sepotong New York ke Malaysia, meliputi makanan, suasana, dan semua yang berkaitan dengan kota itu. Jadi kita hampir seperti di kedutaan New York ketika Anda datang kemari.”

Usia Helfman, 34 tahun dengan rambut hitam yang mulai beruban dan berjenggot. Aksen New Yorknya begitu kentara, juga pizza-nya.

Dan ini para pelanggannya.

“Pizzanya renyah dan rasanya enak.” dan “Menurut saya rasanya sangat enak...”

Mike Helfman datang ke Malaysia, tujuh tahun silam setelah pasar real estat di New York rontok. Awalnya, ia bekerja sebagai konsultan investasi dan memproduksi video.

Tapi, pasca melihat bagaimana sejumlah start-ups hamburger lokal menantang McDonal di Malaysia, ia terpikir untuk melakukan hal serupa; yakni mendirikan restoran pizza.

“New York adalah kota pizza dan pizza ada dalam kategori yang sama seperti burger dalam pikiran saya. Sebelum bisnis pizza, saya belajar ekonomi dan saya bisa melihat kalau kelas menengah terus tumbuh di Malaysia. Kekuatan belanja konsumen terus tumbuh dan itu berarti selera mereka juga berkembang,” jelas Helfman.

Sudah hampir dua tahun, restoran Mikey’s berdiri. Hingga kemudian, lahirlah tiga cabang restoran serupa di Kuala Lumpur.

Dan Sabtu malam, di salah satu restorannya, 17 meja sudah terisi. Ada pula pelanggaran yang membeli pizza untuk dibawa pulang.

Selain mengusung tema New York, Helfman pun mengungkapkan mengapa pizza-nya begitu populer.

“Karena ukuran pizza kami mengikuti standar Amerika, yaitu 18 inci. Tapi di sini mereka belum pernah melihat potongan pizza yangg besar sehingga langsung ramai di instagram. Semua orang ingin berfoto dengan pizza berukuran besar ini.”

Helfman juga mengadaptasi pizza-nya sesuai selera warga lokal. Termasuk, membuat pizza halal atau tanpa daging babi juga sosis. Sebab mayoritas warga Malaysia, muslim.

Uniknya, ada pula pizza yang super pedas, terkenal dengan sebutan 9-1-1.

“Wahh.…Ini pedas.…” begitu reaksi Issac Lee, setelah mencoba pizza pedas itu. “Ya ini benar-benar pedas. Lidah saya rasanya terbakar...”

Helfman berencana menyebarkan pizza ala New York ini ke seluruh Asia, seperti Kamboja, Vietnam, Tiongkok dan Filipina, dalam beberapa tahun ke depan. “Target saya adalah bisa menjadi besar atau pulang kampung.”

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!